Satgas Covid Jeneponto Diusir di Rumah Duka Jelang Pemakaman

CNN Indonesia | Jumat, 30/07/2021 21:57 WIB
Tim Satgas Covid-19 diusir dari rumah duka pasien yang meninggal dunia karena terpapar virus corona di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien Covid-19. (AP/Achmad Ibrahim)
Makassar, CNN Indonesia --

Tim Satgas Covid-19 diusir dari rumah duka pasien yang meninggal dunia karena terpapar virus corona di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Kejadian itu terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Kassi Kebo, Kelurahan Bonto Rannu, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kamis (29/7).

Jubir Satgas Covid-19 Jeneponto, Suryaningrat menjelaskan kejadian itu bermula ketika Satgas datang ke rumah duka untuk mengantarkan hasil pemeriksaan swab PCR yang terkonfirmasi positif covid-19.


"Kita datang ke rumah duka untuk memberikan hasil konfirmasi positif yang pada malam sebelumnya diminta oleh pihak keluarga. Karena sebelumnya, kepala Kadis Kesehatan datang membawa hasil dalam bentuk pdf yang masih di dalam handphone," kata Suryaningrat, Jumat (30/7).

Lantaran hasil pemeriksaan swab PCR tersebut belum dicetak, kata Suryaningrat, kemudian pihaknya mencetak hasil pemeriksaan dari laboratorium RS Wahidin Sudirohusodo Makassar dan surat keterangan dari direktur rumah sakit. Lalu surat itu dibawa ke rumah duka.

"Ketika tiba di lokasi, ada yang mencoba memprovokasi. Namun, yang disesalkan bahwa orang yang memprovokasi insiden itu adalah oknum ASN yang menjabat sebagai lurah di salah satu kelurahan di Kabupaten Jeneponto yang tidak percaya dengan hasil swab tersebut," jelasnya.

Menurutnya, oknum ASN itu terus memprovokasi keluarga pasien dan warga sekitar dengan meminta bukti tanda tangan pihak laboratorium RS Wahidin Sudirohusodo Makassar.


"Kami sudah memberikan penjelasan bahwa memang betul almarhum terkonfirmasi positif Covid-19. Kami tidak berbuat atau mengada-ada," ungkapnya.

Saat di rumah duka, pihak Satgas Covid-19 Jeneponto juga mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap bagi petugas yang akan memakamkan jenazah.

Akan tetapi, lanjut dia, imbauan itu tak dihiraukan pihak keluarga dan warga yang datang melayat di rumah duka.

"Kami diusir dan diminta untuk mundur. Sehingga kami tidak dapat melakukan pemakaman sesuai prokes," ujarnya.

Padahal, kata dia, tim Satgas Covid-19 saat itu sudah membawa peti jenazah untuk melakukan pemakaman, tapi tidak berhasil sehingga jenazah dimakamkan tidak sesuai protokol kesehatan.

"Kami sudah membawa peti jenazah, kantong jenazah dan hasmat lengkap dengan APD. Rencana awalnya pihak keluarga bersedia penguburan secara prokes," katanya.

(mir/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK