Guru Besar Unair Usul 3 Rekomendasi Atasi Krisis Covid-19

CNN Indonesia | Sabtu, 31/07/2021 05:45 WIB
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Hendy Hendarto, menyampaikan tiga rekomendasi penanganan pandemi Covid-19. Distribusi obat bagi warga Jakarta yang positif Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri. (CNN Indonesia/ Adi Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, Hendy Hendarto, menyampaikan tiga rekomendasi terkait penanganan pandemi Covid-19.

Hendy menyebut Covid-19 memicu krisis kesehatan dan menimbulkan ketidakpastian. Oleh karena itu, ia menilai tindakan dari hulu sampai hilir hafus dilakukan.

"Tindakan cepat harus dilakukan, yang dilandasi dengan manajemen krisis yang mengedepankan prioritas dan urgensi dalam upaya bergerak bersama menekan faktor ketidakpastian serendah mungkin," kata Hendy dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Jumat (30/7).


Hendy mengatakan, rekomendasi pertama meminta pemerintah memperkuat pendampingan terhadap pasien isolasi mandiri dengan mengoptimalkan layanan pengobatan jarak jauh (telemedicine), termasuk melengkapi oximeter.

Ia menyebut pemerintah juga harus melibatkan peran perguruan tinggi dan berkoordinasi dengan institusi terkait.

"Perlu perhatian pada kelompok rentan di masyarakat yaitu usia lanjut, ibu hamil, bayi, anak, orang dengan komorbid serta kehati-hatian pada klaster keluarga," lanjutnya.

Selanjutnya, Satgas Covid-19 di tingkat lokal seperti RT/RW harus diperkuat untuk mengedukasi protokol kesehatan secara konsisten. Selain itu, pemerintah juga harus membuka saluran khusus (hotline) yang bisa dihubungi oleh masyarakat dalam situasi darurat.

Rekomendasi kedua untuk di hilir, Hendy mengatakan perlu penambahan tenaga kesehatan. Menurutnya, penambahan nakes itu bisa melalui pendayagunaan dokter umum, dokter magang, dokter lulus UKMPPD, termasuk paramedis untuk menjadi relawan Covid-19.

Meski begitu, sebelumnya harus diadakan pelatihan sesuai aturan yang berlaku dan berkoordinasi dengan IDI, RS dan Kemenkes.

"Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bersama DPJP diharapkan ikut berpartisipasi mengatasi masalah pandemi melalui program pelayanan di RS, namun tetap tidak menghilangkan hak ujian dan masa waktu pendidikannya," ujarnya.

Hendy juga meminta pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan nakes.

"Perlu diperhitungkan masa kerja dan insentif yang layak," ucapnya.

Selain nakes, Hendy juga meminta pemerintah untuk memberikan insentif yang layak untuk jasa pemulasaraan jenazah, sopir ambulans, tenaga pembantu perawat, dan teknologi informasi.

Rekomendasi itu diserahkan secara simbolis pada Menko Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Satgas Nasional Penanganan COVID-19 Letjen Ganip Warsito, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara virtual.

(yla/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK