Vaksinasi di Sumut Picu Kerumunan, Ada Warga Jual Formulir

CNN Indonesia | Rabu, 04/08/2021 00:47 WIB
Warga disebut antusias mengikuti vaksinasi massal Covid di Medan, Sumut. Mereka bahkan rela membeli formulir vaksinasi Rp5.000 dari warga lain yang menjualnya. Vaksinasi Covid-19 massal di GOR Serbaguna Pancing, Kota Medan, Sumatera Utara picu kerumunan. (Foto: Istimewa)
Medan, CNN Indonesia --

Vaksinasi Covid-19 di Gedung Olahraga (GOR) Serbaguna Pancing, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) menimbulkan kerumunan, Selasa (3/8). Antusiasime tinggi warga tak dibarengi kesiapan sumber daya panitia.

Wakil Kepala Kepolisian RI Komjen Gatot Eddy Pramono yang didampingi sejumlah petinggi Polda Sumut sempat mengunjungi lokasi vaksinasi tersebut. Saat itu petugas langsung mengatur peserta agar tidak melanggar protokol kesehatan.

"Meskipun kita sudah capek dan sudah lelah menghadapi Pandemi, sudah divaksin dua kali ada yang sekali, jangan euforia," kata Gatot saat melakukan kunjungan kerja ke Medan, Selasa (3/8).


Setelah Gatot Eddy dan jajaran Polda Sumut meninggalkan lokasi, kerumunan warga tak terhindarkan. Peserta berjubel berebut ingin masuk ke aula tempat vaksinasi Covid-19.

Bahkan, protokol kesehatan Covid-19 diabaikan. Tak ada lagi jaga jarak antara satu warga dengan warga yang lainnya.

"Buka, buka, buka," teriak warga yang mendesak ingin masuk ke dalam aula GOR Serbaguna Pancing, Medan

Petugas yang berada di lokasi menggunakan pengeras suara terus mengingatkan warga agar tetap menjaga protokol kesehatan. Menjelang sore, kerumunan baru bisa diatasi. Warga yang tak mendapat kesempatan vaksinasi diarahkan untuk pulang ke rumah masing-masing.

Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko mengatakan vaksinasi massal tersebut diikuti oleh 4.000 peserta dari Kota Medan dan sekitarnya. Peserta yang akan divaksin tersebut sebelumnya telah didata.

"Kegiatan hari ini vaksinasi masal untuk 3.000 orang untuk vaksin pertama. Kemudian ada 1.000 orang sisa Gebyar Bhayangkara yang belum datang saat acara kemaren. Jadi totalnya hari ini ada 4000-an peserta," ujar Riko.

Riko menyebut masyarakat sangat antusias mengikuti vaksinasi massal tersebut. Namun, petugas vaksinasi tak sebanding dengan jumlah warga yang datang dari Kota Medan hingga Deliserdang.

"Tenaga kita terbatas. Kemudian vaksinnya juga sudah disiapkan juga sesuai target 4.000 tadi," ujarnya.

Menurut Riko, peserta yang datang melebihi target yang telah ditentukan. Warga yang datang pun protes karena sudah mendapat formulir vaksinasi Covid-19. Mereka pun rela membeli formulir vaksinasi yang dijual warga lainnya sebesar Rp5.000.

"Formulir itu ternyata dijual lagi sama warga lain sebesar Rp5.000. Dia merasa sudah membayar Rp5.000 per lembar. Bukan kita yang jual formulirnya, tapi orang lain. Padahal foto copy formulir yang kita bagikan sekitar 4 ribuan," ujarnya.

Riko mengakui warga yang datang membludak sehingga mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Ia pun akan mengevaluasi kegiatan vaksinasi Covid-19 secara massal agar tak menimbulkan kerumunan dan abai protokol kesehatan.

"(Warga) berdesakan masuk karena mereka takut kehabisan vaksin. Nanti kita dapat vaksin akan kita umumkan. Kita utamakan masyarakat yang sudah daftar tadi," katanya.

(fnr/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK