Ada 12 Varian Delta, Papua Barat Tunggu Perubahan Level PPKM

CNN Indonesia | Rabu, 04/08/2021 03:53 WIB
Satgas Covid-19 Papua Barat berharap ada perubahan level PPKM usai temuan Virus Corona varian Delta di wilayahnya. Ilustrasi karantina wilayah. (Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Manokwari, CNN Indonesia --

Satgas Covid-19 Papua Barat menanti perubahan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) usai temuan Virus Corona varian Delta di wilayahnya. 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan, melalui situs litbang.kemkes.go.id, melaporkan 12 kasus baru mutasi Corona varian Delta B161.2 yang teridentifikasi di Provinsi Papua Barat per 31 Juli.

Temuan itu diketahui setelah Balitbangkes menambah pemeriksaan 26 spesimen melalui Whole Genome Sequence (WGS).


"Sudah kami laporkan, kami menunggu hasil resmi, termasuk respons pemerintah atas temuan ini," ujar Juru Bicara Covid-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap M. Epid, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (3/8).

"Kalau kita lihat daerah lain seperti Merauke, Papua, yang setelah dinyatakan ada varian Delta, mereka langsung naikkan status level 4. Nah, di Papua Barat, hanya Kota Sorong yang level 4. Jadi apakah dari temuan [varian Delta] ini akan ada perubahan level PPKM atau tidak? Nanti pemerintah yang tetapkan," urai dia.

Diketahui, Instruksi Mendagri No. 28 Tahun 2021 menyebutkan bahwa wilayah di Papua Barat yang menerapkan level 4 hanya Kota Sorong. Sisanya berstatus level 3 dan 2.

Meski belum menerima hasil resmi, Arnold mengaku bukti penyebaran varian Delta itu tidak mengejutkan.

"Dari awal kita sudah menduga itu, hanya saja, untuk memastikan itu perlu dilakukan pemeriksaan secara mendalam oleh Balitbangkes dan hasilnya pun sesuai yang kita duga," ungkapnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan alat kesehaan untuk membantu penanganan Covid-19 di Papua Barat.

Kepala Penerangan Kodam XVIII Kasuari Kolonel Arm Hendra Pesireron menyebut bantuan itu berupa 50 Tabung Oksigen, 50 Oksigen konsentrator, 150.000 masker medis, 1.000 APD, 1.000 sarung tangan medis, 20.000 Rapid Antigen dan 3 boks Regulator O2.

Dalam rilisnya, bantuan itu diterbangkan menggunakan pesawat milik TNI-AU dari Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta, Senin (2/7), dengan transit di Makassar dan direncanakan tiba di Bandara Rendani Manokwari, Selasa (3/7).

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut 150 ribu masker itu terdiri dari 30 ribu masker medis, 15 ribu masker KF 94, 50 ribu masker medis anak, 5 ribu masker kain INA dan 55 ribu masker kain anak.

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani yang dikonfirmasi via ponsel mengaku telah menerima bantuan oksigen dan alkes yang diserahkan Pangdam XVIII Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa di Bandara Rendani Manokwari, itu.

Bantuan tabung oksigen itu akan disalurkan ke RS Bhayangkara, RSAL, dan RS Dimara masing-masing 5 tabung. Sisanya disimpan di gudang RSU Papua Barat untuk kemudian didistribusikan kepada daerah yang membutuhkan, termasuk alkes lainnya.

"Jadi ini merupakan jawaban atas permintaan kami beberapa waktu lalu saat kelangkaan oksigen terjadi," ujarnya.

(hen/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK