Haedar Nashir: Yang Ingkari Covid Harus Dicek Jiwa Irfaninya

CNN Indonesia | Kamis, 05/08/2021 04:41 WIB
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menilai pihak yang mengingkari Covid-19 membahayakan nyawa orang lain dan mesti diperiksa jiwa irfaninya. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebut data keberadaan Covid-19 sulit dibantah. (Foto: Antara/Yusran Uccang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menilai seharusnya pihak yang masih mengingkari pandemi Virus Corona (Covid-19) harus dicek jiwa irfani-nya.

"Pihak yang mengingkari pandemi Covid-19 harus diperiksa irfani-nya/jiwanya. Sebab akibat tindakan mereka berpotensi memperkeruh situasi bencana kesehatan yang taruhannya adalah nyawa," kata Haedar dalam keterangan resminya, Rabu (4/8).

Jiwa irfani merujuk pada aspek merasa, empati atau kedalaman hati seseorang. 


Haedar menegaskan bahwa Virus Corona sulit dibantah atau diingkari oleh siapa pun. Terlebih, hal itu sudah dibuktikan dengan data-data kualitatif dan kuantitatif yang ada selama ini.

Karena itu, ia berharap seseorang pada masa pandemi Covid-19 tak menjadi jahat secara moral dan etik dengan mengingkari pandemi dan usaha vaksinasi.

Ia juga menegaskan tindakan antisipatif seperti taat protokol kesehatan semata-mata wajib dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, bukan sikap paranoid atau takut berlebih.

"Apakah kita berada di situasi paranoid? Justru yang bilang paranoid itulah yang harus kita pertanyakan. Jangan-jangan orang ini yang mengidap itu (paranoid)," kata dia.

Selain itu, Haedar juga mengingatkan masyarakat tetap waspada meski berada di zona hijau atau kuning Covid-19.

"Tidak mungkin berbahagia berlebihan di saat sebagian besar saudara mengalami dan dalam situasi musibah," tandas dia.

Diketahui, sejumlah kasus Covid-19 atau bahkan klasternya muncul akibat tertulari orang yang tak percaya penyakit tersebut, seperti yang sempat terjadi di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

(rzr/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK