1.581 Dimakamkan di TPU Covid Medan, 316 Kematian di Kupang

CNN Indonesia | Jumat, 06/08/2021 00:25 WIB
Walkot Medan mengungkapkan kasus kematian akibat Covid-19 di wilayahnya mencapai 3,2 persen, sementara di Kupang tercatat rekor kematian tertinggi daerah itu. Ilustrasi pemakaman dengan protokol Covid-19. (Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Medan, CNN Indonesia --

Wali Kota Medan, Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution mengatakan kasus penularan Covid-19 di wilayah tersebut terus melonjak. Bahkan, sambungnya, Case Fatality Rate atau kasus kematian akibat Covid-19 di Medan sudah berada di angka 3,2 persen.

"Case fatality rate atau kasus kematian angkanya stabil 3,1 atau 3,2 [persen], tapi itukan nyawa manusia. Jumlah konfirmasi positif kita meningkat terus. Tingkat kesembuhan kita rendah. Jadi semakin banyak yang dirawat," kata Bobby, Kamis (5/8).

Bobby menyebutkan jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Khusus Covid-19 di Jalan Simalingkar, Kota Medan terus bertambah. Per hari tersebut, kata dia, sudah 1.581 jenazah yang dimakamkan di pemakaman khusus terkait Covid-19 tersebut.


"1.581 yang sudah dimakamkan di sini sejak 2020 kemarin. Belum setengah jam kita di sini, sudah tiga ambulans yang datang mengantarkan jenazah ke sini. Kalau bisa jangan sampai mencapai angka 2.000," kata menantu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Bobby menjelaskan jenazah-jenazah Covid yang dimakamkan di sana  bukan hanya warga Medan, tapi juga ada yang berasal dari luar ibu kota provinsi Sumatera Utara itu. Tempat pemakaman itu sendiri memiliki kapasitas 5.000 makam.

"Pemakaman umum untuk Covid-19 masih cukup. Ribuan itu tidak semua warga Medan. Karena yang meninggal terpapar Covid-19, maksimal 4 jam harus dimakamkan. Kita banyak terima rujukan dari luar daerah, yang kita hitung wilayahnya lebih dari 4 jam perjalanan kita makamkan di sini," kata Bobby.

Merujuk ke data di laman covid19.pemkomedan.go.id, per Rabu (4/8) angka kematian Covid-19 di Medan secara akumulatif ada 695 dari yang terkonfirmasi positif terpapar virus corona, dan 786 kematian mereka yang masih berstatus suspek.

Wali Kota Medan Bobby Nasution di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Khusus Covid-19 di Jalan Simalingkar, Medan, Kamis (5/8/2021). (CNNIndonesia/Farida)Wali Kota Medan Bobby Nasution di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Khusus Covid-19 di Jalan Simalingkar, Medan, Kamis (5/8/2021). (CNNIndonesia/Farida)

316 Kematian Covid di Kupang, 18 di Awal Agustus

Sementara itu di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodiwik Djungu Lape menjelaskan pada awal Agustus ini setidaknya telah 18 jenazah Covid yang mereka makamkan. Itu semua, kata dia, dimakamkan pada 2 dan 3 Agustus 2021 lalu.

Belasan jenazah Covid-19 tersebut ada yang meninggal di beberapa rumah sakit di Kupang, dan ada yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri.

"Ini angka kematian tertinggi [selama pandemi Covid di sana], dalam dua hari di awal pekan bulan Agustus yang terjadi selama pandemi Covid-19," kata Lodiwik di Kupang.

Lodowik mengatakan, dalam proses pemakaman belasan jenazah covid-19, petugas mengalami kesulitan. Keterbatasan mobil jenazah yang dimiliki menjadi kendala petugas pemakaman jenazah Covid-19. 

"Mobil jenazah ada tiga, tetapi hanya dua yang bisa beroperasi. Satunya rusak dan tidak bisa digunakan," bebernya.

Selain itu, ada persoalan di lapangan di mana para petugas pemakaman belum mendapatkan bayaran insentif karena persoalan laporan administrasi yang belum lengkap.

"Sehingga sudah lima bulan ini, petugas pengusung jenazah belum dibayarkan insentifnya, karena masih ada laporan administrasi dari dinas Sosial yang belum dilengkapi," ujar Lodowik.

Terpisah, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Kupang, Richard Odja, meminta agar pihak rumah sakit juga mendukung dan bekerja sama dalam membantu petugas pengusung jenazah ketika mengurus kelengkapan administrasi.

"Kalau sampai sekarang belum dibayarkan, tentu itu akan menyulitkan teman-teman (petugas) di lapangan. Mereka sudah bekerja untuk penanganan jenazah Covid-19. Kalau kita lihat data angka kematian per hari, tentu teman-teman yang berurusan langsung ini pastinya sangat kewalahan," ujarnya.

Dia menyebutkan pihak terkait dengan kelengkapan administrasi yang dibutuhkan, agar bisa membantu menyelesaikan administrasi termasuk Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang.

Per Rabu (4/8) lalu, berdasarkan data Satuan Tugas penanganan dan pencegahan covid-19 Kota Kupang hingga Rabu (4/8) jumlah pasien terpapar covid-19 yang meninggal di wilayah itu mencapai total 316 orang.

(fnr/blo/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK