Jakarta, CNN Indonesia -- Penularan kasus virus corona (Covid-19) masih terus terjadi di Indonesia. Kasus positif Covid-19 pun mulai meningkat di daerah luar Pulau Jawa dan Bali.
Pemerintah masih mengandalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Level 4, 3, dan 2 di sejumlah daerah Pulau Jawa-Bali serta daerah luar pulau itu.
Namun, dalam pelaksanaan PPKM kali ini sejumlah pembatasan aktivitas masyarakat dilonggarkan. Seperti pembukaan mal di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Kemudian pembukaan tempat ibadah dengan maksimal 20 orang atau 25 persen kapasitas hingga pembukaan sekolah di daerah dengan PPKM level 3.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan penanganan covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
Update Covid-19
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat 24.709 kasus Covid-19 didapat dalam 24 jam terakhir per Kamis (12/8). Dengan demikian, akumulasi kasus positif Covid-19 mencapai 3.774.155.
Sementara penambahan kasus sembuh hari ini mencapai 36.637 kasus. Menjadikan total kasus sembuh sebanyak 3.247.715 kasus.
Namun, kasus kematian Covid-19 bertambah 1.466. Sehingga, total kasus meninggal akibat positif virus corona kini menjadi 113.664 kasus.
Dari keseluruhan jumlah kasus yang terkonfirmasi, 412.776 kasus masih aktif atau dalam perawatan. Angka ini turun 13.394 kasus dari sehari sebelumnya.
Jateng Sumbang Kasus Covid-19 Tertinggi
Jawa Tengah menjadi provinsi yang menyumbang kasus terkonfirmasi paling banyak, yakni 5.300 kasus. Jateng juga mencatat 7.456 kasus sembuh dan 386 kasus meninggal.
Kemudian disusul Jawa Timur dengan 3.161 kasus positif, 4.142 kasus sembuh, dan 305 kasus meninggal. Jawa Barat dengan 1.868 kasus positif , 4.519 kasus sembuh dan 90 kasus meninggal.
Selanjutnya Bali dengan 1.353 kasus terkonfirmasi, 1.557 kasus sembuh dan 35 kasus meninggal. Posisi lima ada Sumatera Utara dengan 1.314 kasus terkonfirmasi, 858 kasus sembuh dan 33 kasus meninggal.
Tambahan Kasus Covid-19 DKI di Luar 5 Besar
DKI Jakarta kembali berada lima di luar besar dalam urutan provinsi dengan tambahan kasus positif Covid-19. Ibu Kota RI tercatat di posisi ke 8 dengan laporan 1.078 kasus, 2.256 kasus sembuh dan 42 kasus meninggal.
Pada Rabu (11/8), DKI berada di posisi ke-4 terkait tambahan kasus positif Covid-19.
Provinsi yang dipimpin Anies Baswedan itu beberapa kali menempati posisi di bawah 5 besar. Contohnya pada 10 Agustus DKI berada di posisi ke-7 dan pada 9 Agustus di posisi ke-10.
Kasus Aktif Covid-19 Turun 25 Persen
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyampaikan kasus aktif Covid-19 di Indonesia turun 25,77 persen terhitung setelah puncaknya pada 24 Juli 2021 dengan 574.135 kasus aktif.
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menyebut kasus aktif di Indonesia per 11 Agustus turun menjadi 426.170 kasus per 11 Agustus 2021. Ia menyebut penurunan itu terjadi selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan Level 4.
"Kita mulai lihat penurunan berarti itu di tiga pekan terakhir ini sudah mampu menurunkan minus 25,77 persen dari puncak," kata Aisyah dalam acara daring yang disiarkan dalam kanal YouTube BNPB, Kamis (12/8).
Vaksinasi Covid-19 Harian Tak Capai Target
Vaksinasi Covid-19 harian tak mencapai target 2 juta dosis per hari yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)
Pakar UI: Herd Immunity Sudah Tercipta di Jawa-Bali
Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono menyebut kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap virus corona (Covid-19) sudah tercipta di Jawa dan Bali.
Menurutnya itu mungkin terjadi karena lebih dari 50 persen penduduk Jawa-Bali telah memiliki antibodi. Dia menduga tak akan ada lonjakan kasus lagi di Jawa-Bali.
"Kalau dicampur orang yang infeksi alamiah itu sebenarnya sudah mencapai 70 persen lebih. Jadi menurut saya ancaman peningkatan kembali pada tahun ini, jangan lupa pada tahun ini, tidak akan terjadi," ucap Tri kepada CNNIndonesia TV, Kamis (12/8).
350 Ribu Anak Terpapar Covid-19
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 350 ribu anak di Indonesia terpapar Covid-19 sepanjang 2020. Sebanyak 777 orang di antaranya meninggal sejak awal pandemi virus corona.
"Kalau kita melihat situasi Covid-19 yang menghantam keluarga anak-anak kita itu cukup banyak," ujar Ketua KPAI Susanto dalam Rapat Koordinasi Nasional secara daring, Kamis (12/8).
Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per 11 Agustus 2021, sebanyak 2,9 persen anak berusia 0-5 tahun terpapar Covid-19. Sebanyak 0,5 persen di antaranya meninggal dunia.
494.192 Orang Divaksinasi
Data capaian vaksinasi Covid-19 dalam 24 jam ke belakang mencapai 494.192 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 188.642 orang yang menerima dosis pertama dan 305.550 orang mendapat dosis kedua.
Sehingga total capaian vaksinasi dosis pertama mencapai 51.894.566 orang dan dosis kedua sebanyak 25.744.850 orang.
Provinsi yang mencatat capaian vaksinasi tinggi umumnya berada di Jawa dan Bali. Seperti DKI dengan 96,5 persen untuk dosis kesatu dan 37 persen dosis dua. Lalu Bali dengan 90,7 persen dosis pertama dan 29,9 persen dosis dua.
Sementara itu vaksinasi Covid-19 di luar Jawa-Bali masih rendah. Di Lampung vaksinasi dosis pertama hanya 9,5 persen, Maluku hanya 11,94 persen dan Papua hanya 14,22 persen.
Distribusi Vaksin Moderna
Kementerian Kesehatan mulai mendistribusikan vaksin covid-19 merek Moderna ke sejumlah provinsi untuk dipakai masyarakat umum.
Juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan vaksin ini diberikan kepada daerah yang memiliki kesulitan. Ia tidak merinci daerah yang dimaksud.
Nadia tidak menampik isu bahwa vaksin ini banyak diincar pejabat di daerah untuk booster atau suntikan vaksin dosis kedua. Namun, ia menegaskan vaksin Moderna yang didistribusikan hanya untuk dosis pertama dan kedua.
"Tidak ada ya untuk saat ini booster masyarakat umum, vaksin Moderna untuk masyarakat itu dosis satu dan kedua," ujarnya.