Sebelum Megawati, Puan Maharani Juga Pernah Singgung Sumbar

CNN Indonesia
Jumat, 13 Agu 2021 10:54 WIB
Sebelum Megawati menyinggung Sumatera Barat, putrinya, Puan Maharani pun sempat menyinggung Pancasila terkait provinsi tersebut. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) dan putrinya yang juga Ketua DPP PDIP Puan Maharani. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyebut Sumatera Barat (Sumbar) kini sudah berbeda, menambah deret persinggungan partai berlambang banteng ini dengan masyarakat provinsi itu.

Megawati mengatakan, perbedaannya, kini wilayah Sumatera Barat jarang memunculkan cerdik pandai yang kemudian menjadi tokoh nasional.

"Dulu saya tahunya tokoh dari Sumatera Barat, kenapa menurut saya (sekarang) tidak sepopuler dulu atau memang tidak ada produknya?" kata Mega dalam Webinar Bung Hatta Inspirasi Kemandirian Bangsa di kanal Youtube Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDIP, Kamis (12/8).


Bung Hatta--Mohammad Hatta--adalah Wapres pertama RI yang juga salah satu tokoh proklamator RI bersama ayahnya Mega, Sukarno, memang dikenal sebagai putra daerah Minang.

Selain itu, Mega juga merasa heran saat dirinya dan puterinya, Puan Maharani pernah menjadi sasaran perundungan. Padahal, sepengetahuan Mega, di Sumatera Barat terdapat konsep Bundo Kanduang atau pemimpin wanita di Minangkabau.

"Kan, ada Bundo Kanduang, ya? Nah, jadi itu maksud saya apakah itu sudah tidak berjalan lagi?" kata putri dari Sukarno tersebut.

Beberapa waktu lampau, sebelum Megawati menyinggung provinsi itu, Ketua DPP PDIP Puan Maharani juga pernah menyebut agar Sumbar mendukung negara Pancasila.

Hal ini Puan--yang juga putri bungsu dari Megawati--sampaikan saat PDIP mengumumkan bakal calon kepala daerah yang hendak mereka usung dalam Pilkada serentak 2020 lalu.

"Untuk Provinsi Sumatera Barat, rekomendasi diberikan kepada Ir. Mulyadi dan Drs. H. Ali Mukhni. Merdeka! Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila," kata Puan dalam acara yang digelar DPP PDIP secara virtual, 2 September 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Puan tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai harapannya agar Sumbar mendukung negara Pancasila.

Pernyataan Puan ini mengundang protes dari banyak pihak. Bahkan, Puan sempat dilaporkan Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang (PPMM) ke polisi karena dinilai menghina Sumbar.

Tidak hanya Puan, Megawati juga turut menyoroti pilihan politik warga Sumbar. Dari beberapa wilayah yang menurut Mega warganya enggan memilih calon yang diusung PDIP, salah satunya adalah Sumbar.

Padahal, menurut Mega, terdapat banyak tokoh nasionalis asal Sumbar. Salah satunya adalah Mohammad Hatta.

"Kalau saya melihat Sumbar itu, saya pikir kenapa ya rakyat di Sumbar itu sepertinya belum menyukai PDIP?" kata Mega.

Menyusul munculnya polemik tersebut kala itu, beberapa tokoh PDIP membela Puan. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa Puan hanay bermaksud mengingatkan seluruh kader partainya agar tetap membumikan Pancasila.

"Maksud Mbak Puan, agar seluruh kader partai mengingatkan bagaimana Pancasila dibumikan. Tidak hanya di Sumbar, tapi juga di Jawa Timur, Jakarta, dan seluruh wilayah NKRI, Pancasila harus dibumikan," kata Hasto dalam konferensi pers yang berlangsung secara virtual, Rabu, 2 September 2020.

Menurut Hasto, baik Puan maupun Mega sama-sama mengagumi Sumbar, terutama terhadap khazanah kulinernya. Bahkan, kata Hasto, Megawati pernah meminta DPD PDIP Sumbar Alex Indra Lukman mengumpulkan resep-resep memasak rendang.

"Kami sering mendapatkan cerita keanekaragaman makanannya yang luar biasa. Bagaimana rendang bumbunya begitu membentuk cita rasa makanan yang menyentuh aspek rasa di dalam kualitas makanan. Tidak heran rendang mendapatkan apresiasi sebagai makanan paling enak di dunia," ucapnya.

Pembelaan juga datang dari politikus PDIP lainnya, Arteria Dahlan. Arteria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) meminta warga asli provinsi Sumbar mestinya merasa bangga dan menjaga Puan.

Sebab, Puan merupakan sosok Ketua DPR RI pertama yang memiliki darah Minang. Kakek Puan dari jalur bapak adalah Datuk Basa Basuah Kabupaten Tanah Datar, Sumbar. Sementara, Nenek Puan dari jalur ibu, Fatmawati, merupakan keturunan Minang dan bergelar Puti Reno Nilam.

"Harusnya orang Minang, menjaga Puan, beliau aset dan sekaligus kebanggaan orang Minang. Harus kita jaga. Kan harusnya orang Minang bangga, khususnya perempuan Minang bangga, punya Ketua DPR pertama kalinya yang perempuan, dan perempuan Minang pula," kata Arteria dalam keterangan resminya, Jumat, 4 September 2020.

Halaman selanjutnya, sejarah perolehan suara PDIP di Sumbar.

Suara Buncit PDIP di Sumbar

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER