Data Stok Obat Covid-19 September: Favipiravir Banyak Dicari

CNN Indonesia | Selasa, 14/09/2021 13:46 WIB
Permintaan terbanyak obat Covid-19 di RS yakni Favipiravir prediksi kebutuhan 15.230.400 obat hingga akhir bulan. Stok tercatat di Kemenkes ada 85.914.728. Ilustrasi. Permintaan terbanyak obat Covid-19 di RS yakni Favipiravir dengan prediksi kebutuhan 15.230.400 obat hingga akhir bulan. Stok tercatat di Kemenkes ada 85.914.728.Foto: (CNN Indonesia/ Adi Maulana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan mencatat stok obat-obatan untuk pasien Covid-19 cukup untuk kebutuhan hingga akhir September 2021. Total ada 6 jenis obat serta 1 jenis vitamin yang terdata dalam laporan mingguan Kemenkes.

Menurut laporan Kemenkes, data hingga 12 September ketersediaan obat Covid-19 di antaranya Favipiravir, Remdesivir, Tocilizumab, IVIg, Oseltamivir, Azythromycin, serta Ivermectin dipastikan cukup untuk kebutuhan perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit hingga akhir September ini.

Stok multivitamin juga tersedia sebanyak 49.919.454 dari total permintaan September sebanyak 6.064.800.


Kemenkes merinci, permintaan terbanyak obat Covid-19 di RS yakni Favipiravir dengan prediksi kebutuhan 15.230.400 obat hingga akhir bulan ini. Sementara stok Favipiravir yang tercatat di Kemenkes sebanyak 85.914.728.

Kemenkes juga mendapat tambahan stok Favipiravir sebanyak 18.440.00 obat. Sehingga ada kelebihan stok 89.124.328 Favipiravir.

Selain Favipiravir, permintaan Remdesivir cukup tinggi yakni 326.040 hingga September ini. Stok Remdisivir yang tersedia sebanyak 1.049.648 dan ada tambahan 288.000 Remdisivir yang datang bulan ini.

Selain itu obat itu, permintaan Oseltamivir juga cukup tinggi. Meski bukan sebagai obat utama untuk pasien Covid-19, permintaan Oseltamivir mencapai 207.480 untuk September. Total stoknya mencapai 12.579.362 Oseltamivir.



Kemenkes juga mencatat tiga obat merupakan produk impor, yaitu Remdesivir, Tocilizumab, dan IVIg.

Sebagai informasi, seluruh obat Covid-19 ini dikonsumsi pasien Covid-19 gejala sedang-berat berdasarkan petunjuk dokter. Setiap pasien Covid-19 bisa mendapatkan obat yang berbeda-beda bergantung pada gejala penyakit dan kondisi kesehatan saat itu.

(mln/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK