DPR Sebut Jokowi Mungkin Masih Cari Nama Calon Panglima TNI

CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 20:04 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco percaya Jokowi memiliki pertimbangan sendiri dan menunggu waktu yang tepat untuk mengirim surpres calon Panglima TNI. Wakil Ketua DPR SufmI Dasco Ahmad menyebut belum menerima supres Presiden Jokowi terkait calon Panglima TNI. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan belum menerima surat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait nama calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Sampai saat ini surat yang ditunggu oleh awak media terutama belum sampai ke DPR, dan nanti pertama kita akan beritahu awak media kalau sudah sampai. Sampai hari ini belum ada," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Rabu (15/9).

Dasco mengatakan Jokowi kemungkinan masih mencari nama yang tepat untuk menggantikan Hadi. Ia juga mengaku belum mendapat bocoran nama calon Panglima TNI selanjutnya.


"Kalau presiden masih mencari nama yang tepat, berarti presiden masih mencari, bagaimana bocor ke kita. Katanya mungkin belum dapat nama yang tepat, kita tidak dalam posisi mencampuri hak beliau," ujarnya.

Surpres Jokowi terkait nama calon Panglima belum sampai ke DPR, meski masa reses DPR semakin dekat. Dasco mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Ketua Harian Partai Gerindra itu menilai Jokowi memiliki pertimbangan sendiri. Ia juga percaya bahwa Jokowi menunggu waktu yang tepat untuk mengirim surpres tersebut.

"Presiden mungkin punya pertimbangan sendiri dan sudah ada aturannya bahwa ada limit waktu sebelum pergantian Panglima bahwa supresnya harus masuk.
Mungkin selain pertimbangan sendiri, presiden menghitung waktunya," katanya.

Sebelumnya, muncul beberapa nama yang disebut-sebut berpotensi menggantikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang memasuki masa pensiun November 2021. Salah satunya adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa.

Andika disebut menjadi calon Panglima TNI oleh beberapa anggota Komisi I DPR seperti dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon, Fraksi Gerindra Fadli Zon, hingga Fraksi Demokrat Syarief Hasan.

Kemudian, Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. Yudo dinilai punya potensi besar jika Jokowi dan DPR menggunakan pendekatan normatif. Pendekatan itu mengacu pada Pasal 13 ayat (4) Undang-Undang TNI, yang mengamanatkan jabatan panglima dijabat secara bergantian antarmatra.

Saat ini Panglima TNI dijabat Hadi Tjahjanto yang berasal dari matra AU. Sebelum Hadi, Panglima TNI dijabat Gatot Nurmantyo dan Moeldoko yang berasa dari AD.



(dmi/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK