Tersangka Ledakan Pasuruan 4 Orang, Termasuk Istri Korban

CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 20:09 WIB
Polisi menetapkan istri korban, IF sebagai tersangka lantaran terbukti terlibat dalam pembuatan detonator untuk bom ikan sejak satu tahun lalu. Kondisi rumah korban ledakan di Pasuruan, Jawa Timur (Antara Jatim/SI/IS).
Jakarta, CNN Indonesia --

Polres Pasuruan Kota menetapkan empat tersangka kasus ledakan di Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur yang terjadi pada Sabtu (11/9). Para tersangka yakni perakit dan penjual bom ikan.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman mengatakan empat tersangka itu, dua di antaranya merupakan warga yang tewas dalam insiden itu yakni Gofar dan ayahnya, Mat Shodiq. Sementara dua lainnya adalah Istri Gofar berinisial IF dan Abdul Rozak (AR).

"Kami tetapkan 4 orang tersangka. Dua orang yang meninggal di lokasi kejadian, dan dua lagi yakni IF dan AR," kata Arman, Rabu (15/9).


Polisi menetapkan IF sebagai tersangka lantaran terbukti terlibat dalam pembuatan detonator untuk bom ikan sejak satu tahun lalu. Begitu pula dengan AR yang mengaku telah terlibat memproduksi detonator dari dua bulan lalu.

"IF ini istri tersangka yang sudah membantu membuat detonator sejak setahun terakhir dan AR yang ikut membantu dalam waktu 2 bulan untuk membuat rakitan detonator," ucapnya.

Selama memproduksi bom ikan ini, keempat tersangka, kata dia, bekerja sama. Terlebih untuk menyembunyikan aktivitas dalam merakit bom ikan, agar tak diketahui tetangga sekitarnya.

"Motifnya pun sebagai alasan klasik, yakni urusan ekonomi atau untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," ucap dia.

Kabidlabfor Polda Jatim Kombes Pol Sodiq Pratomo menambahkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya menemukan sejumlah barang bukti. Pertama, yakni lubang bekas titik pusat ledakan dengan ukuran diameter 50 centimeter, dan kedalaman 7 centimeter, positif mengandung Lead Azide Pb(N3)2.

"Ditemukan ratisa casing detonator yang terbuat dari aluminium dengan panjang rata-rata 58,2 milimeter dan diameter rata rata 7,2 milimeter. Barang bukti serbuk warna putih yang positif mengandung Pentaerytritol tetranitrate (PETN) dan Potassium Chlorat (KClO3) serta barang bukti serbuk warna putih kekuningan yang positif mengandung Trinitro toluena (TNT)," paparnya.

Ia menjelaskan PETN, TNT, Lead azide Pb(N3)2 ini termasuk jenis bahan peledak high explosive, sedangkan untuk Potassium Chlorat (KClO3) ini termasuk jenis bahan peledak low explosive.

"Di TKP ditemukan bahan pembuatan detonator rakitan. Antara lain, selongsong atau casing detonator, ayakan, kapas dan tampah di area pusat ledakan," ucapnya.

"Lead azide Pb(N3)2 termasuk jenis bahan peledak high explosive yang sangat sensitif terhadap tekanan, gesekan, guncangan dan nyala api. Salah satu isian detonator Lead azide (Pb(N3)2), termasuk bahan peledak jenis high explosive," tambahnya.

Kini polisi terus melakukan pengembangan terkait ledakan bom bondet ini, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, pihaknya telah membentuk tim untuk menelusuri asal usul bahan peledak.

"Polda Jatim telah membentuk tim, untuk menelusuri asal usul bahan kimia yang didapatkan para pelaku," ucapnya.

(frd/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK