Vaksinasi Booster Nakes Jauh dari Target Terhambat Distribusi

CNN Indonesia
Jumat, 17 Sep 2021 07:21 WIB
Kementerian Kesehatan mengaku terkendala distribusi sehingga vaksinasi booster atau dosis ketiga untuk nakes belum rampung hingga saat ini. Pekerja memindahkan vaksin Covid-19 Sinovac dari dalam truk di UPTD Instalasi Farmasi dan Kalibrasi Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Lampung, Senin (4/12/2020) malam. (ANTARA FOTO/ARDIANSYAH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan mengklaim kendala distribusi vaksin virus corona asal perusahaan Amerika Serikat, Moderna, di 34 provinsi Indonesia menjadi faktor capaian vaksinasi booster atau dosis ketiga kepada tenaga kesehatan (nakes) belum rampung hingga saat ini.

"Sudah 55 persen lebih ya capaian booster nakes," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (16/9).

Capaian booster pada nakes itu diketahui masih jauh dari target awal Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Awal Agustus lalu, Budi mengatakan vaksinasi Covid-19 dosis tiga pada nakes ditargetkan rampung dalam pekan ketiga Agustus.


Sementara Kemenkes mencatat baru 819.174 nakes yang rampung mendapat suntikan booster. Program booster vaksin Covid-19 di Indonesia mulai berjalan sejak 16 Juli 2021, dan menyasar sebanyak 1.468.764 nakes. Dengan demikian, target vaksinasi booster nakes baru menyentuh 55,77 persen, tepat dua bulan terakhir.

"Mungkin dalam distribusi ya masih terkendala, karena pelaksanaan vaksinasi booster dilakukan di fasilitas kesehatan secara langsung," kata dia.

Adapun capaian suntikan dosis pertama pada nakes telah mencapai 133,44 persen dari target, sementara vaksinasi dosis kedua mencapai 122,27 persen. Cakupan vaksinasi lebih besar dari 100 persen itu disebabkan oleh perbedaan antara aktual dan estimasi populasi target.

Namun demikian, masih terdapat nakes di salah satu provinsi yang belum menerima dosis vaksin Covid-19 sama sekali. Apabila membedah data vaksinasi nakes milik Kemenkes secara lebih rinci per data 16 September 2021 Pukul 12.00 WIB, maka dapat terlihat Papua menjadi satu-satunya provinsi yang masih belum merampungkan vaksinasi dosis pertama pada nakes di wilayahnya.

Capaian vaksinasi dosis pertama di Papua baru mencapai 96,35 persen, atau masih terdapat sekitar 686 nakes yang belum mendapat vaksin covid-19 sama sekali di Papua.

"Seperti di Papua yang belum mendapat dosis pertama di kalangan nakes, itu karena juga ada yang masih menolak dan takut divaksin ya," ujar Nadia.

Sementara itu, tiga provinsi dengan capaian vaksinasi dosis pertama pada nakes adalah DKI Jakarta dengan 158,41 persen nakes yang sudah menerima suntikan dosis satu. Disusul Banten dengan capaian 146,92 persen, dan DI Yogyakarta dengan 146,64 nakes yang sudah rampung menerima suntikan dosis pertama vaksin covid-19 di Indonesia.

Adapun secara keseluruhan, Kemenkes per Kamis (16/9) Pukul 12.00 WIB mencatat sebanyak 76.153.487 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara baru 43.484.971 orang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.

Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 36,57 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 20,88 persen.

Infografis Daftar Vaksin Covid Dapat Izin BPOM RI di IndonesiaInfografis Daftar Vaksin Covid Dapat Izin BPOM RI di Indonesia. (CNN Indonesia/Basith Subastian)

(khr/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER