Papua Barat Kembalikan Vaksin AstraZeneca ke Kemenkes

CNN Indonesia | Kamis, 16/09/2021 19:40 WIB
Pemprov Papua Barat mengembalikan vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca karena warga lebih suka Sinovac terkait efek samping yang lebih ringan. Pemprov Papua Barat mengembalikan vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca ke Kemenkes karena warga lebih suka Sinovac (REUTERS/DADO RUVIC)
Manokwari, CNN Indonesia --

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat memulangkan sebanyak 877 vial vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca ke Kementerian kesehatan dalam rangka relokasi ke daerah lain. Banyak warga yang menolak AstraZeneca karena efek samping yang ditimbulkan.

"Karena masih banyak kita tarik,dan kirimkan ke pusat sesuai petunjuk agar direlokasi ke daerah lain," ujar Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (16/9).

Otto mengatakan jumlah itu merupakan kiriman dari lima daerah di Papua Barat, yakni Kabupaten Sorong, Kota Sorong, Manokwari, Mansel dan Kabupaten Sorong Selatan.


Menurut dia, pihak dinas masih menunggu kiriman vaksin AstraZeneca yang tak terpakai dari daerah lain di Papua Barat agar bisa kirimkan ke pusat untuk direlokasi sebelum memasuki masa kedaluwarsa.

Otto mengatakan AstraZeneca dikembalikan ke Kemenkes lantaran masyarakat lebih memilih Sinovac. Alasannya, efek samping Sinovac lebih ringan ketimbang AstraZeneca.

Mengenai hal itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnold Tiniap M.Epid menyebut masyarakat kurang menerima informasi terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Alhasil, mereka membeda bedakan untuk divaksin menggunakan jenis apa, atas informasi yang mereka terima dari orang yang sudah divaksin.

"Solusinya, harus ada edukasi terkait efek manfaat dibanding efek samping, karena efek samping itu wajar dan merupakan bentuk respon tubuh menerima benda asing. Sama halnya ketika bayi mengalami demam sehari pasca imunisasi," jelasnya.

Sementara itu, Provinsi Papua Barat juga telah menerima Vaksin Sinophram. Vaksin asal farmasi China itu diterima pekan lalu sebanyak 52.000 vial atau 104.000 dosis.

Papua Barat akan segera mendistribusikan vaksin Sinopharm ke berbagai daerah.

(hen/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK