Vaksin Pfizer Jadi Frizer, Satgas Depok Akui Salah Ketik

CNN Indonesia | Selasa, 21/09/2021 08:43 WIB
Satgas Covid-19 Kota Depok salah ketik dengan meminta warga untuk ikut vaksin Covid-19 dosis dua dengan vaksin Frizer, bukan Pfizer. Ilustrasi vaksin Pfizer. (AP/Vincent Thian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satgas Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan ada salah ketik penyebutan nama vaksin Pfizer dalam surat undangan pemberitahuan vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Cilodong, Kota Depok.

Surat tersebut sebelumnya mengimbau masyarakat melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis dua dengan menggunakan vaksin Frizer. Ada juga tertulis Frezer di dalam surat tersebut. Sementara diketahui tidak ada nama vaksin Frizer dalam program vaksinasi pemerintah.

"Iya salah ketik sepertinya, [seharusnya] Pfizer," kata Dadang saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (21/9).

Namun dalam lampiran surat tersebut tertulis ejaan yang benar yakni Pfizer.

Rencananya, pelaksanaan vaksinasi dilakukan di halaman kantor Kecamatan Cilodong pada Rabu-Minggu, 22-26 September 2021. Vaksinasi Covid-19 ini merupakan pelaksanaan penyuntikan dosis kedua untuk warga Cilodong yang sebelumnya telah mendapat vaksin Covid-19 satu dosis.


"Mengingat pentingnya pelaksanaan dimaksud, mohon peserta agar datang sesuai jadwal dan mematuhi protokol kesehatan," imbau Camat Cilodong, Supomo, dalam surat tersebut.

Pfizer merupakan salah satu vaksin Covid-19 yang digunakan dalam program vaksinasi Indonesia. Pemerintah juga telah memastikan sebanyak 4,6 juta dosis Pfizer digunakan di Indonesia.

Terbaru, sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Pfizer kembali datang pada Minggu (19/9) lalu. Vaksin Pfizer selanjutnya akan datang pada 23 September sebanyak 871 ribu dosis.

Selain Pfizer, pemerintah juga menggunakan vaksin asal Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, dan Moderna.

Capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama sebanyak 79.657.762, untuk dosis kedua yaitu 45.224.650 dosis. Capaian ini masih belum memenuhi target vaksinasi Covid-19 RI yakni 208.265.720 orang.

(mel/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK