DKI Surati Kemendikbud Minta Data Klaster Covid-19 Sekolah

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 00:30 WIB
Wagub DKI Riza Patria mengatakan temuan klaster penularan Covid-19 oleh Kemendikbud tak mempengaruhi rencana penambahan sekolah belajar tatap muka. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya telah menyurati Kemendikbud untuk meminta kejelasan data soal klaster Covid-19 saat pembelajaran tatap muka (PTM). (AP/Dita Alangkara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya telah menyurati Kemendikbud untuk meminta kejelasan data soal klaster Covid-19 saat pembelajaran tatap muka (PTM).

Berdasarkan data di website Kemendikbud, terdapat 25 klaster penyebaran virus corona selama sekolah tatap muka di Jakarta.

"Itu kami sudah menyurati Kemendikbud minta data persisnya. Sejauh ini kita belum dapat data dari Kemendikbud makanya Dinkes sudah bersurat minta data terkait kemungkinan adanya klaster," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Kamis (23/9) malam.


Riza mengatakan temuan klaster penularan Covid-19 oleh Kemendikbud itu tidak mempengaruhi jumlah sekolah yang akan kembali bertambah untuk menggelar belajar tatap muka.

"InsyaAllah tetap jalan," katanya.

Dikutip dari sekolah.data.kemendikbud.go.id, terlihat infografis klaster pada PTM. Untuk wilayah DKI Jakarta, tercatat 25 klaster pada PTM dari total 900 responden sekolah.

Selain itu, juga tercatat sebanyak 227 pendidik dan tenaga kependidikan positif Covid-19. Sementara untuk peserta didik yang terinfeksi Covid-19 berjumlah 241 orang.

Namun, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, hanya ada satu klaster penyebaran Covid-19 di sekolah.

Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah menjelaskan klaster itu ada di SD Klender 03. Awalnya ditemukan satu siswa yang tertular. Setelah dilakukan tracing, didapatkan satu siswa positif Covid-19.

"Tapi itu sudah di-tracing ya, tidak ada lagi penyebarannya," katanya.

(yoa/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK