Vaksinasi Madura Terendah di Jatim, Satgas Sebut Isu Literasi

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 15:24 WIB
Vaksinasi di Madura Raya jadi yang terendah di Jatim akibat rendahnya literasi dan jangkauan program ke masyarakat. Ilustrasi vaksinasi massal. (Foto: CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Surabaya, CNN Indonesia --

Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur menilai rendahnya angka vaksinasi Covid-19 di Madura Raya terkait dengan tingkat literasi dan masalah koordinasi.

Juru Bicara Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril mengatakan ada lima daerah dengan tingkat vaksinasi rendah, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Situbondo.

"Kami pantau di lima daerah, di antaranya di Madura Raya, Situbondo ini cakupan vaksinasinya masih rendah," kata dia, Kamis (24/9).


Berdasarkan data Satgas, daerah dengan capaian vaksinasi terendah di Jatim adalah Kabupaten Sumenep. vaksinasi dosis pertamanya baru mencapai 12,83 persen, vaksinasi dosis kedua 5,64 persen, dan vaksinasi dosis ketiga 53,91 persen.

Wilayah dengan vaksinasi terendah kedua adalah Pamekasan, dengan dosis pertama yang baru mencapai 12,90 persen, lalu dosis kedua masih 6,03 persen, serta dosis ketiga 56,27 persen.

Menurut Jibril, ada beberapa vaktor yang menyebabkan rendahnya capaian vaksinasi di lima daerah itu. Di antaranya, masih rendahnya tingkat literasi atau pengetahuan masyarakat terkait bahaya Covid-19 dan buruknya koordinasi di daerah.

"Ada beberapa faktor, pertama mungkin memang dari literasi masyarakat sekitar terjadap Covid-19 dan vaksinasi masih kurang," ucapnya.

"Rendahnya literasi ditambah koordinasi yang belum maksimal jadi sulit. Minimnya koordinasi untuk menggelar vaksinasi massal, atau mempermudah jangkauan kepada masyarakat agar bisa menerima vaksin ini sangat diperlukan," ujar Jibril.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Erwin Ashta Triyono menyebut vaksinasi yang minim di lima daerah itu disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat.

"Vaksin ini tetap harus kita perjuangkan, rencana besok kita akan mencoba diskusi ulang dengan teman-teman dari kabupaten/kota yang masih di bawah 50 persen," kata Erwin.

Salah satu cara agar masyarakat mau divaksinasi adalah dengan melibatkan para tokoh agama. "Kami minta bantuan tokoh agama. Mereka digandeng supaya pemahaman vaksin itu manfaat bukan karena hukuman," lanjut Erwin.

Sejauh ini, vaksinasi Covid-19 di Jatim tahap pertama sudah mencapai 40,50 persen dari target 31 juta jiwa. Rinciannya, 12.891.110 orang sudah mendapatkan vaksin tahap pertama, 21,48 persen atau 6.835.947 warga divaksinasi dosis kedua.

Dari data itu, Kota Mojokerto menjadi wilayah dengan cakupan vaksinasi tertinggi, yakni 122,41 persen untuk dosis pertama, 73,68 persen dosis kedua, serta 64,47 persen dosis ketiga.

Wilayah dengan capaian tertinggi kedua adalah Kota Surabaya, dengan cakupan vaksinasi dosis pertama sebanyak 103,80 persen, dosis kedua 65,86 persen dan dosis ketiga 84,77 persen.

Terpisah, 10.426 warga binaan di 24 rumah tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Sulawesi Selatan telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

"Hari ini ada 10.426 warga binaan di 24 rutan dan lapas di Sulsel yang telah mendapatkan vaksinasi," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulsel, Harun, di Lapas kelas I A Makassar, Jumat (24/9).

Infografis Daftar Aktivitas Wajib Bawa Sertifikat Vaksin Covid-19Infografis Daftar Aktivitas Wajib Bawa Sertifikat Vaksin Covid-19. (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

Saat ini, kata dia, baru sekitar 85 persen warga binaan, baik rutan maupun lapas, telah diberikan suntikan vaksin. "Hari ini sudah 85 persen warga binaan kita telah divaksin, tapi kita berharap bisa capai 95 persen," jelasnya.

Sementara, Presiden Joko Widodo mengklaim pemerintah bekerja keras melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk mengejar target vaksinasi 70 persen penduduk di akhir tahun.

"Sejak 13 Januari 2021, pemerintah bekerja siang dan malam untuk melakukan vaksinasi secara massal di seluruh penjuru Tanah Air. Kita ingin seluruh masyarakat Indonesia terlindungi," kata Jokowi dalam Gerakan Vaksinasi 7 Juta Warga yang digelar relawan Projo, Jumat (24/9).

Ia menyebut kolaborasi semua pihak dibutuhkan untuk mempercepat penuntasan vaksinasi.

"Sebuah harapan bahwa kita akan bisa mengendalikan penyebaran pandemi ini dengan semangat kebersamaan, semangat saling melindungi, dan juga semangat saling membantu," tutur dia.

Sebelumnya, target vaksinasi mencapai 181,5 juta orang hingga akhir 2021. Target itu diperlebar menjadi 200 juta penduduk dengan menyertakan anak dan remaja.

Hingga saat ini, 84,1 juta orang mengikuti vaksinasi Covid-19. Sebanyak 47,3 juta di antaranya sudah mendapat dua dosis vaksin Covid-19.

(frd/dhf/mir/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK