Jabar Bebas Zona Merah dan Oranye Penyebaran Covid-19

CNN Indonesia | Sabtu, 25/09/2021 04:12 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan saat ini seluruh kabupaten/kota di wilayahnya berstatus zona kuning atau risiko rendah penyebaran Covid-19. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan seluruh daerah di wilayahnya saat ini telah dinyatakan keluar dari zona oranye maupun zona merah penyebaran Covid-19. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Bandung, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan seluruh daerah di wilayahnya saat ini telah dinyatakan keluar dari zona oranye maupun zona merah Covid-19. Berdasarkan data Bersatu Lawan Covid-19 periode 13-19 September 2021, 27 kota/kabupaten di Jabar kini berada di zona kuning atau kategori risiko rendah.

"Kita sudah zona kuning semua. Tingkat kepatuhan naik di 91 persen dan jaga jarak naik di 89 persen," kata dia dalam konferensi pers virtual di Bandung, Jumat (24/9).

Pada periode sebelumnya atau 6-12 September 2021, dari 27 daerah masih ada kabupaten/kota masuk zona oranye atau risiko sedang, yakni Kabupaten Cirebon. Namun, kini statusnya mengalami perbaikan.


Meski bebas zona oranye dan merah, Emili mengatakan disiplin protokol kesehatan 5M harus ditingkatkan karena pandemi belum usai. Data per 23 September 2021 tingkat kepatuhan warga Jabar dalam memakai masker mencapai 91,09 persen dan jaga jarak 89,54 persen.

Mantan wali kota Bandung ini juga menyampaikan angka kasus aktif yang kembali menurun. Data Bersatu Lawan Covid (BLC) periode 23 September 2021, angka kasus aktif di Jabar hanya 3.843 atau turun 143 kasus dari hari sebelumnya. Di satu sisi angka kesembuhan meningkat 373 menjadi 683.088 orang.

"Kasus aktif tinggal 3.800-an sehingga mudah-mudahan seiring waktu, dukungan beberapa minggu ke depan kita bisa mengurangi drastis lagi kasus aktif yang ada di Jawa Barat," ujarnya.

Dari jumlah tersebut, ada tiga daerah yang memiliki angka kasus aktif paling tinggi yakni Kota Cimahi 2,96 persen, Kabupaten Ciamis 1,62 persen, dan Kabupaten Bandung 1,16 persen.

Emil menuturkan, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) untuk Covid-19 di rumah sakit rujukan kembali menurun menjadi 6,28 persen per 23 September 2021.

(hyg/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK