UPDATE CORONA 24 SEPTEMBER

Rangkuman Covid: Vaksinasi Madura hingga Klaim Nihil R.1

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 18:59 WIB
Pemerintah mengklaim varian corona jenis R.1 belum terdeteksi di Tanah Air hingga dorongan untuk pemerintah antisipasi gelombang ketiga covid. Ilustrasi pandemi covid-19 di Indonesia. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penambahan kasus virus corona (covid-19) di Indonesia mengalami penurunan sepanjang September ini. Kendati demikian, ancaman lonjakan kasus covid-19 yang disebut gelombang ketiga berpotensi terjadi lantaran Indonesia mendekati momen libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Selain itu mutasi virus SARS-CoV-2 yang terus berkembang dan memiliki karakteristik baru turut menjadi faktor sebaran kasus masif dan agresif, hingga sebagian disebut mampu memperburuk gejala klinis, dan bahkan mampu menghindari antibodi dari vaksin covid-19.

CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.


Klaim Kemenkes Varian R.1 Belum Ada di RI

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim mutasi virus SARS-CoV-2 R.1 belum teridentifikasi di Indonesia hingga saat ini. Varian R.1 diketahui pertama kali ditemukan di panti jompo di Kentucky, Amerika Serikat pada Maret lalu.

Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menegaskan, hasil pemeriksaan spesimen menggunakan metode Whole Genome Sequence (WGS) yang dilakukan pemerintah sejauh ini belum menunjukkan adanya sebaran varian R.1 di Tanah Air.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan dari total 199 pasien dan perawat panti jompo di Kentucky, Amerika Serikat, ada sekitar 26 pasien dan 20 perawat yang positif terinfeksi Covid-19. Sebanyak 28 spesimen yang diteliti terjangkit Covid-19 varian R.1.

Sementara itu, sekitar 90 persen penghuni panti jompo dan 52 persen staf fasilitas itu telah merampungkan dua dosis vaksin Covid-19. Namun, di antara mereka yang telah divaksin, sebanyak 25,4 persen pasien dan 7,1 persen perawat tetap terinfeksi Covid-19.

Menurut analisis CDC, data tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa antibodi vaksin Covid-19 tidak begitu efektif melawan varian R.1.

Vaksinasi di Madura Terendah di Jatim

Satgas Penanganan Covid-19 Jawa Timur menilai rendahnya angka vaksinasi Covid-19 di Madura Raya terkait beberapa faktor seperti masih rendahnya tingkat literasi atau pengetahuan masyarakat terkait bahaya Covid-19 dan buruknya koordinasi di daerah.

Juru Bicara Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril mengatakan ada lima daerah dengan tingkat vaksinasi rendah, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Situbondo.

RS Diminta Siaga Antisipasi Gelombang Tiga Covid RI

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) meminta seluruh rumah sakit yang menjadi rujukan pasien virus corona untuk selalu siaga menyiapkan kondisi lonjakan kasus covid-19 dalam upaya mengantisipasi potensi gelombang ketiga covid-19 di Indonesia.

Sekretaris Jenderal PERSI Lia Gardenia Partakusuma menyebut apabila belajar dari pengalaman lalu, maka Indonesia berpotensi mengalami lonjakan covid-19 tiga bulan pasca negara tetangga mengalami lonjakan. Pun menurutnya kasus-kasus covid-19 pada pembelajaran tatap muka (PTM) bisa menjadi ancaman serius akan lonjakan covid-19.

RS Terima Banyak Permintaan Booster Non-Nakes

PERSI juga menyebut banyak warga non-tenaga kesehatan (nakes) yang mendatangi rumah sakit (RS) fasilitas pelayanan vaksinasi covid-19 untuk meminta booster atau suntikan dosis ketiga vaksin covid-19.

Sekretaris Jenderal PERSI Lia Gardenia Partakusuma menyebut, bahkan di antara warga tersebut bersedia untuk membayar asal mendapat akses mendapatkan booster vaksin.

Klik untuk selanjutnya, stok vaksin menipis

LaporCovid Soroti Rendahnya Vaksinasi Papua Jelang PON XX

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK