Panggil Wawan, PDIP Jatim Urus Ribut Bupati-Wabup Bojonegoro

CNN Indonesia | Selasa, 28/09/2021 00:17 WIB
DPD PDIP memanggil kadernya yang juga Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Imawanto alias Wawan, menyusul polemik perseteruannya dengan Bupati Anna Mu'awanah. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Surabaya, CNN Indonesia --

DPD PDI Perjuangan memanggil kadernya yang juga Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Imawanto alias Wawan, pada Senin (27/9) menyusul polemik perseteruannya dengan Bupati Anna Mu'awanah.

Setelah berdialog internal dengan Wawan, Sekretaris DPD PDIP Jatim, Sri Untari Bisowarno, mengatakan bahwa permasalahan ini ditarik dan ditangani oleh pihaknya.

"Seluruh urusan Bojonegoro akan menjadi urusan kami DPD PDIP, dan sebagai laporan kami akan laporan ke DPP," kata Untari.


DPD PDIP Jatim, kata dia, akan menyusun langkah-langkah untuk menyelesaikan polemik ini. Pihaknya pun meminta waktu. Ia mengatakan segala sesuatunya dilakukan untuk kebaikan Bojonegoro.

"Kami kan belum memutuskan. Beliau [Wawan] harus bagaimana, yang sana [Anna] harus bagaimana. Maka, kita akan mematangkan langkah-langkah," katanya.

Meski demikian, PDIP Jatim, kata Untari, belum memutuskan akan membela dan mendampingi Wawan dalam perkara ini atau tidak.

"Seluruh kader yang kami punya itu ada tugas dan tanggung jawab. Hal-hal yang berkaitan dengan nama partai, tentu akan kami bawa ke partai dulu," ucapnya.

"Apakah nantinya akan ada sanksi atau kena reward, itu adalah nanti setelah kita melakukan pendalaman secara intens. Kami juga mendapatkan arahan dari DPP partai, makanya DPP akan kami lapori terkait itu. Kita kan enggak ngerti apa sebenarnya yang terjadi di sana.Nanti kita atur bersama-sama."

Lebih lanjut, Untari menyampaikan pihaknya terus berusaha mengajak seluruh kader PDIP yang menjadi kepala daerah di Jatim untuk membangun stabilitas pemerintahan. Dengan demikian, kepentingan masyarakat menjadi prioritas.

Polemik ini bermula ketika Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Imawanto atau Wawan, melaporkan bupatinya, Anna Mu'awanah, ke polres setempat setempat dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan bahwa ia membuat laporan itu sesaat setelah Anna melontarkan pesan bernada mencemarkan nama baiknya di sebuah grup WhatsApp.

Di grup itu ada 200-an akun yang menjadi anggota. Selain dirinya dan Bupati Anna, ada juga akun milik Kepala Polres, Kepala Kejari Bojonegoro, Komandan Kodim setempat, dan sejumlah pejabat pemkab lain.

Tak hanya itu, Wawan mengaku bahwa hubungannya dengan Anna sudah retak sejak lama. Ia mengeluh kerap tak dilibatkan dalam kegiatan pemerintahan Bojonegoro.

CNNIndonesia.com telah berupaya mengonfirmasi perihal ini ke Bupati Bojonegoro Anna. Namun, yang bersangkutan belum memberikan respons.

(frd/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK