Korban Bom Bali Respons Fadli Zon Soal Pembubaran Densus

CNN Indonesia
Rabu, 13 Oct 2021 09:08 WIB
Korban Bom Bali 1 menolak pembubaran Densus. Wacana itu disebutnya keluar dari mulut orang yang tidak waras. Peringatan Bom Bali 1 di Monumen Bom Bali, Kuta, Badung, Selasa (12/10/2021). (CNN Indonesia/Kadafi)
Badung, CNN Indonesia --

Salah satu korban terorisme Bom Bali 1, Suyanto (56), mengkritik pernyataan anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon yang ingin Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dibubarkan.

Suyanto mengatakan pernyataan itu tak tepat, dan pihaknya tak setuju dengan wacana pembubaran Densus 88 tersebut.

"Wah kalau pembubaran Densus 88, saya terus terang di sini para korban, saya juga mewakili korban sangat tidak setuju. Bahkan, kalau bisa otoritas Densus 88 itu diberi kewenangan lebih daripada sekarang," kata Suyanto, saat menghadiri peringatan Bom Bali 1, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, pada Selasa (12/10) malam.


"Itu, saya kira orang yang tidak waras mengusulkan Densus 88 bubar, dicatat itu orang-orang tidak waras," imbuhnya dalam kegiatan di depan Monumen Bom Bali tersebut.

Infografis Bertahan dari luka Terorisme

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar juga merespons pernyataan Fadli Zon yang ingin Densus 88 dibubarkan. Ia mengatakan bahwa Densus 88 dalam penanggulangan terorisme adalah penegak hukum dan penyidik kejahatan terorisme.

"Iya, tentunya dalam sistem penanggulangan terorisme, penegak hukumnya harus dilaksanakan oleh densus. Densus kan harus tetap dibutuhkan dalam konteks penegakan hukum kejahatan terorisme. Nanti, kalau dibubarkan yang melaksanakan penegakan hukumnya siapa," ujar mantan Kadiv Humas Polri tersebut.

Boy mengatakan pihaknya tidak setuju dengan adanya pernyataan tersebut. Ia berharap Densus 88 tetap berjalan sebagaimana mestinya untuk mencegah terorisme.

"Iya, sebaiknya tetap berjalan, karena sistemnya mengatur dalam Undang-undang kita seperti itu. Seperti kami, di BNPT, kita banyak fokus di bidang pencegahan, kerjasama, koordinasi dalam konteks penanggulangan yang berbasis penuh kepada pembangunan kesejahteraan, membangun kesadaran masyarakat agar waspada. Yang, menyidik kejahatan terorisme tetap Densus 88," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya diketahui, Fadli Zon mendesak Densus 88 dibubarkan karena memakai narasi yang berbau Islamofobia dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Fadli, aksi terorisme memang harus diberantas. Namun, kegiatan tersebut jangan dijadikan sebagai komoditas.

"Narasi semacam ini tak akan dipercaya rakyat lagi, berbau Islamofobia. Dunia sudah berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja. Teroris memang harus diberantas, tapi jangan dijadikan komoditas," demikian cuitan Fadli, pada Rabu (6/10) lalu.

(kdf/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER