Sahroni Minta ASN Luwu Timur Ikuti Hukum, Bukan Lapor Balik

CNN Indonesia | Rabu, 13/10/2021 06:01 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam rencana ASN melaporkan balik mantan istrinya terkait kasus dugaan pencabulan di Luwu Timur. Politikus Ahmad Sahroni meminta ASN terduga pencabulan Luwu Utara membuktikan diri tak bersalah. (Foto: CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam rencana pria berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial S melaporkan balik mantan istrinya terkait kasus dugaan pencabulan tiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Utara.

Menurutnya, rencana S itu tidak bijaksana dan S seharusnya fokus membuktikan diri tidak bersalah dalam kasus dugaan pencabulan terhadap ketiga anaknya.

"Respons ini sama sekali tidak bijaksana, dan terduga justru seharusnya fokus pada pembuktian jika dirinya memang tidak bersalah," ucap Sahroni kepada wartawan, Selasa (12/10).


Ia menyatakan rencana pelaporan itu sama saja dengan upaya mengintimidasi korban dan bagian dari upaya mencoba mencari pembenaran.

Politikus Partai NasDem itu pun mengingatkan bahwa langkah melaporkan balik yang direncanakan itu tidak akan mengubah fakta dan proses hukum yang sedang diselidiki kembali oleh kepolisian.

"Ini justru membuat masyarakat semakin geram dengan tindakannya. Kalau memang merasa tidak bersalah ya hadapi saja proses hukumnya," sambung Sahroni.

Komisi III DPR, lanjutnya, akan memberikan bantuan kepada korban serta terus mengawal kasus dugaan pencabulan yang diduga dilakukan S itu.

"Sekarang karena penyelidikannya sudah diupayakan untuk diselidiki kembali dan dibuka kembali, kita percayakan kepada pihak kepolisian. Saya bersama Komisi III DPR akan membantu korban dan mengawasi proses hukum kasus ini hingga tuntas," tutur Sahroni.

Sebelumnya, S yang dilaporkan mantan istrinya atas dugaan pencabulan terhadap ketiga anaknya menyatakan sedang menimbang untuk melaporkan balik.

Ia menilai telah terjadi tindakan pencemaran nama baiknya bagi selaku pribadi maupun ASN di lingkup Pemkab Luwu Timur.

"Laporan balik sementara saya bicarakan dengan kuasa hukum, kita hargai proses hukum yang sementara berjalan. Saya sebagai ASN, tidak mau nama saya hancur," kata kata S saat dihubungi wartawan, Senin (11/10).

S pun menyatakan akan siap menjalani kembali pemeriksaan kasus tersebut bila polisi kembali membuka penyelidikannya. "Saya siap diperiksa, saya siap bertanggung jawab dunia sampai akhirat," katanya.

(mts/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK