Prostitusi Anak di Apartemen Kalibata City Kembali Dibongkar

CNN Indonesia | Rabu, 13/10/2021 21:20 WIB
Polisi kembali membongkar kasus prostitusi anak di bawah umur di Apartemen Kalibata City. Ilustrasi prostitusi di Apartemen Kalibata City. (Istockphoto/ Gremlin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi kembali membongkar kasus prostitusi anak di bawah umur di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.

Dalam kasus terbaru itu, polisi telah menangkap menangkap lima orang. Selain itu, dua anak di bawah umur yang menjadi korban turut diamankan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan praktik prostitusi di hunian vertikal itu terungkap dari laporan tentang anak hilang. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata anak tersebut terlibat dalam prostitusi online di apartemen tersebut.


"Ternyata anak tersebut menjadi korban prostitusi online atau eksploitasi secara seksual maupun ekonomis sebagai seorang anak," kata Azis kepada wartawan, Rabu (13/10).

Azis menerangkan dari operasi polisi di apartemen tersebut pihaknya mendapati ada lima orang laki-laki, yakni AL (19), FH (18), AM (36), CD (25), dan DA (19).

Dalam kasus ini, AL, CD, dan DA berperan sebagai muncikari. Sedangkan AM berperan sebagai penyewa apartemen dan FH sebagai antar jemput korban.

Selain itu, di lokasi yang sama, juga turut diamankan dua perempuan di bawah umur. Yakni, ZR (16) dan RCL (16).

Azis menjelaskan para tersangka menjajakan korban kepada para lelaki hidung belang lewat aplikasi Michat. Korban ditawarkan dengan harga bervariasi mulai dari Rp250 ribu hingga Rp750 ribu. Korban disebut telah puluhan kali melayani para lelaki hidung belang.

"Jika Rp250 ribu masing-masing dapat Rp50 ribu. Jika dijual Rp750 ribu masing-masing mereka dapat lebih, bisa Rp150 ribu sampai Rp200 ribu," ucap Azis.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 88 Jo 76 (1) atau Pasal 83 Jo 76 (f) atau Pasal 81 Jo 76 (d) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Kejadian di apartemen Kalibata City bukan pertama terjadi. Tahun lalu, Kapolres Metro Jakarta Selatan yang masih dijabat Bastoni Purnama mengatakan enam korban praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, sebagian besar putus sekolah.

Bastoni menyatakan jika praktik prostitusi kembali terjadi di apartemen tersebut, kepolisian bakal memberikan tindakan tegas kepada pihak pengelola ataupun pemilik kamar.

(dis/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK