Klaster Covid-19 Kembali Bermunculan di Bantul & Gunungkidul

CNN Indonesia | Kamis, 14/10/2021 15:58 WIB
Klaster penularan virus Covid-19 dilaporkan kembali bermunculan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tepatnya Kabupaten Bantul dan Gunungkidul. etugas medis melakukan perawatan pasien di tenda barak yang dijadikan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (4/7/2021). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Klaster penularan virus Covid-19 dilaporkan kembali bermunculan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tepatnya Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.

Kepala Puskesmas Bambanglipuro, Tarsisius Glory menjelaskan, Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bambanglipuro beberapa hari terakhir menangani sejumlah pasien terkonfirmasi Covid-19. Mereka adalah warga dari Kecamatan Bambanglipuro dan Sanden, Kabupaten Bantul.

"Ada 11 pasien yang sekarang di RSLKC, mereka dari klaster tilik (menjenguk), senam, dan pasien lainnya," kata Glory saat dihubungi, Kamis (14/10).


Untuk klaster senam, kata Glory, diketahui ketika seorang warga Mbelan, Sidomulyo, Bambanglipuro yang hendak berangkat ke Kalimantan menjalani tes PCR dan mendapatkan hasil positif. Laporan ini masuk ke Puskesmas Bambanglipuro awal Oktober lalu.

"Kita lakukan tracing, istrinya, ibunya istri ini terkena (positif Covid-19). Ibunya ini sebelum kita tracing, ternyata juga sempat melakukan kegiatan senam di kampung," papar Kepala RSLKC Bambanglipuro itu.

Hasil tracing dari kegiatan senam itu mendapati ada 5 orang terkonfirmasi Covid-19. Setelah dikembangkan lagi, ditemukan 3 pasien baru.

"Total dari klaster senam ini 9 dan semuanya isoman (isolasi mandiri) karena tanpa gejala. Ini masih kita kembangkan tracingnya," ujar dia.

Glory melanjutkan, dari 11 orang yang dirawat RSLKC Bambanglipuro saat ini 8 pasien di antaranya merupakan warga Gokerten, Srigading, Sanden yang masuk dalam klaster tilik.

"Masih Oktober ini, itu ceritanya ada orang sakit nggak tahu sakitnya apa, belum swab tapi ditiliki (dijenguk) orang banyak. Setelah pada pulang, pasien diperiksa lagi, diswab hasilnya positif," ujar Glory.

Akhirnya, para warga yang sempat menjenguk pun harus menjalani tes PCR. Alhasil, 8 dari mereka dinyatakan positif Covid-19.

"Ada 8 yang mondok di RSLKC, tanpa gejala semua dan 1 orang isoman," urainya.

Hasil tracing 8 warga mendapati 34 orang masuk dalam kategori pemilik riwayat kontak erat. Rencananya, besok mereka akan menjalani tes PCR oleh petugas dari Puskesmas Sanden.

"Menurut saya, di tengah kasus landai seperti ini tapi ditemukan klaster ini adalah shock therapy, warning kepada masyarakat. Walaupun sudah divaksin, jangan lengah soal 3M dan puskesmas harus aktif 3T. Kami tidak kendor artinya," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawati juga melaporkan kasus penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

Sepenuturan Dewi, penyebaran terjadi di lingkungan pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Karangmojo. Para pasien dalam kasus ini semuanya merupakan santri di ponpes tersebut.

"Saat ini 17 positif. Tracing sampai saat ini masih berlangsung," ujar Dewi melalui pesan WhatsApp, Kamis.

Dewi belum bisa menjelaskan secara detail soal kronologi penyebaran virus Corona di lingkungan ponpes ini. Saat dikontak dirinya mengaku sedang rapat.

(kum/gil)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK