Gubernur Bali Dukung PCR Jadi Syarat Terbang: Pilihan Terbaik

kdf | CNN Indonesia
Selasa, 26 Okt 2021 05:10 WIB
Meski diprotes sejumah pengusaha, PCR sebagai syarat perjalanan dinilai Gubernur Bali sebagai kebijakan atau pilihan terbaik untuk situasi saat ini. Meski diprotes sejumah pengusaha, PCR sebagai syarat perjalanan dinilai Gubernur Bali sebagai kebijakan atau pilihan terbaik untuk situasi saat ini. (Foto: CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kebijakan Pemerintah Pusat untuk mewajibkan tes PCR bagi pelaku perjalanan dalam negeri atau PPDN mendapatkan protes keras dari sejumlah pelaku pariwisata di Bali.

Namun, Gubernur Bali Wayan Koster menyebut kebijakan baik untuk mewaspadai masuknya mutasi baru virus Corona atau mutasi baru yaitu varian Mu.

Koster menyampaikan, bahwa semua harus melihat perkembangan pandemi Covid-19 yang belum berakhir dan masih ada bayang-bayang munculnya varian baru di beberapa negara tetangga.

Maka, hal itu menjadi perhatian Pemerintah Pusat karena adanya varian baru Mu yang sudah melanda beberapa negara dan tentu menjadi perhatian serius dan menjadi kewaspadaan semua elemen.

"Itulah sebabnya, mengapa syarat perjalanan dalam negeri itu yang tadinya kalau vaksin sudah dua kali itu cukup dengan antigen. Yang vaksin satu kali dengan PCR, sekarang semuanya itu dipersyaratkan harus PCR," kata Koster, saat memberi sambutan, di Rapat Paripurna, di Gedung DPRD Bali, Senin (25/10).

Menurut Koster, kebijakan tersebut sudah dilakukan berbagai pertimbangan oleh Pemerintah Pusat. Selain itu, saat ini penerbangan maskapai cukup meningkat dan kapasitas penumpang sudah terisi penuh.

"Di pesawat juga tidak lagi 50 persen tapi sudah 100 persen. Jadi, memang dilonggarkan dalam beberapa hal tapi juga diperketat untuk bisa masuk dalam rangka mencegah penularan Covid-19," imbuhnya.

Pihaknya juga memahami, dengan adanya kebijakan tersebut banyak pelaku pariwisata di Bali protes keras. Namun, hal tersebut tetap dinilai jadi pilihan terbaik yang dilakukan Pemerintah Pusat untuk mewaspadai varian baru.

"Saya paham, pelaku pariwisata itu protes keras, tapi apa yang dilakukan pemerintah pusat saya kira itu adalah pilihan terbaik yang harus dilakukan demi kebaikan kita bersama. Tidak hanya Bali, tapi juga Indonesia dan juga dunia," katanya.

Ia juga meminta, semua pihak harus bersabar dan menunggu perkembangan Covid-19 dalam beberapa bulan ke depan. Namun, bila situasi kembali stabil tentu ada pelonggaran yang akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

"Kalau ini bisa stabil, saya kira kita akan meminta agar pelonggaran ini pelonggaran ini bisa dilakukan lebih cepat lagi. Saya, sudah menyampaikan dalam forum-forum kemarin. PCR ini (agar tidak diberlakukan) tetapi belum bisa dipenuhi karena pertimbangan yang tadi saya sampaikan sebagaimana disampaikan oleh Pemerintah Pusat," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa adanya kebijakan tersebut pihaknya mengaku tidak diam. Namun, ada kepentingan yang lebih besar yang harus dijaga bersama agar mewaspadai Pandemi Covid-19.

"Jadi jangan dikira Gubernur Bali ini diam. Tapi tidak semua yang kita bicarakan dalam Rakor (Rapat Koordinasi) dengan Pemerintah Pusat itu kita bisa buka di publik, supaya ini dipahami. Ada upaya besar yang harus kita jaga sebagai bagian daripada pemerintahan di Indonesia ini. Jadi Bali, tidak bisa ngotot sendiri, tapi kita jalan bersama dengan pemerintah lain di provinsi lain yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat," ujar Koster.

Pemerintah mewajibkan penumpang pesawat yang pergi ke wilayah Jawa dan Bali untuk menunjukkan hasil tes PCR negatif. Peraturan berlaku mulai Minggu (24/10).

Kebijakan tersebut juga berlaku bagi daerah yang berada dalam kategori PPKM level 3 dan level 4.

(kdf/fjr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER