Kemenkes Klaim Nakes Tertib Kembalikan Insensif Dobel

Antara | CNN Indonesia
Senin, 25 Okt 2021 21:29 WIB
Setidaknya 8 ribu nakes disebut menerima insentif dobel, atau dua kali lipat dari yang seharusnya diterima. Ilustrasi. Setidaknya 8 ribu nakes disebut menerima insentif dobel, atau dua kali lipat dari yang seharusnya diterima. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan RI sebut tenaga kesehatan (nakes) kooperatif dalam mengembalikan kelebihan dana insentif penanganan pandemi Covid-19.

"Sejauh ini, nakes sangat kooperatif mengembalikan dobel transfer," kata Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Trisa Wahyuni Putri, Senin (25/10).

Trisa menyebut pihaknya kini tengah memetakan jumlah nakes yang menerima transfer insentif dobel bersama organisasi profesi terkait.

Sedang dipetakan nakes dan faskesnya," katanya.

Kemenkes terus berkomunikasi untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi sebagai bagian dari transparansi pelayanan publik di masa pandemi Covid-19 ini.

"Kami terus berkomunikasi untuk menjelaskan dengan transparan agar mereka mau mengembalikan kelebihan insentif sehingga dapat dipahami," ujarnya.

Di lain tempat, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) Prof Hindra Irawan Satari menyebut kesalahan transfer dana insentif nakes sebagai akibat dari ketidakcermatan pengelola anggaran.

"Ini ilustrasi bahwa data kita acak-acakan padahal sudah mengadopsi teknologi informasi, jaringan 4G, tapi tetap saja (salah)," katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu menyebut bahwa data tenaga kesehatan yang dilaporkan kepada pemerintah sudah jelas jumlahnya.

"Apa susahnya jumlah dokternya sudah jelas, alumni dari mana sudah jelas, tempat kerjanya juga jelas, masa salah transfer," katanya.

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun di Indonesia masih menyisakan ketidaksiapan pemerintah dalam mengelola anggaran, kata Hindra menambahkan.

"Tanpa data yang baik kita tidak bisa jalankan program. Beda sama jumlah gelandangan, kalau jumlah nakes kan jelas," katanya.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sendiri hingga kini menemukan setidaknya 8.961 nakes yang menerima insentif Covid-19 dobel.

Pada Jumat (22/10), Kemenkes mengundang 447 perwakilan rumah sakit dan puskesmas di 31 provinsi untuk rapat virtual. Rapat itu berkaitan dengan pengumuman pembayaran insentif dobel kepada nakes yang merawat pasien Covid-19.

(Antara/fjr)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER