3x24 Jam Tak Digubris Jokowi, BEM SI Tunggu Respons Moeldoko

CNN Indonesia
Rabu, 27 Oct 2021 11:48 WIB
BEM SI hingga saat ini masih menunggu respons dari Kantor Staf Presiden di bawah kepemimpinan Moeldoko usai 12 tuntutan mereka tak direspons Presiden Jokowi. Demo BEM SI di depan Istana, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) masih menunggu iktikad baik Istana terkait 12 poin tuntutan yang mereka layangkan beberapa hari lalu.

Koordinator Media BEM SI 2021 Muhammad Rais mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum juga memberikan respons meskipun sudah lebih dari 3 x 24 jam. Pihaknya kini menunggu respons dari Kantor Staf Presiden di bawah kepemimpinan Moeldoko.

"Kami masih menunggu iktikad baik dari pihak KSP," kata Rais saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.


Rais mengatakan hingga saat ini negosiasi terkait 12 tuntutan itu dengan pihak KSP masih berlanjut. Pihak KSP, kata Rais, menyatakan akan ada respons resmi dari Presiden Jokowi. BEM SI hingga saat ini masih menunggu respon dari Istana dan masih memberikan waktu kepada pihak KSP.

"Katanya akan ada respons dari pihak pemerintah khususnya Pak Presiden Jokowi. Tapi kami masih menunggu sampai sekarang video atau sikap yang benar-benar resmi," jelas Rais.

"3x 24 jam kemarin sudah lewat. Kami masih memberikan waktu karena dari pihak KSP menyatakan akan ada rilis resmi," tambahnya.

Tidak hanya itu, BEM SI juga berencana akan menggelar aksi media pada 28 Oktober. Dalam aksi itu, mereka akan kembali menyoroti 7 tahun pemerintahan Jokowi dan momentum Hari Sumpah Pemuda.

"Dan jika dari aksi media ini belum juga membuahkan hasil nanti akan kita kosolidasikan lebih lanjut," ujar Rais.

Sebelumnya, BEM SI mengaku belum juga mendapatkan respon dari Presiden Jokowi terkait 12 tuntutan yang mereka layangkan saat mengevaluasi 7 tahun pemerintahan Jokowi.

Padahal, mereka telah mengultimatum Jokowi agar merespon tuntutan itu dalam waktu 3 x 24 jam.

"Belum ada respons yang diberikan, terkait kajian yang diberikan belum mengetahui apakah sudah diberikan ke bapak presiden atau belum kita tidak tahu juga," kata Kahar kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/10).

(thr/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER