Dua Korban Kecelakaan Transjakarta Jalani Operasi di RS Polri

CNN Indonesia
Kamis, 28 Oct 2021 01:44 WIB
Dua dari lima korban kecelakaan bus Transjakarta di yang dirawat di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, menjalani operasi. Ilustrasi kecelakaan Transjakarta. (ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua dari lima korban kecelakaan bus Transjakarta di yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, menjalani operasi pada hari ini, Rabu (27/10).

"Operasi patah, ada yang patah tulangnya, patah tulang, terus kemudian ada luka di kepala, kita operasi," kata Kabid Pelayanan Medik dan Perawatan RS Polri Kombes Yayok Witarto, saat dihubungi, Rabu.

Selain dua orang itu, ia menyampaikan pada Kamis (28/10), ada dua orang korban lagi yang akan menjalani operasi. Sementara satu korban lainnya masih dalam tahap observasi.


Yayok menyatakan semua korban yang dirawat di RS Polri dalam kondisi stabil.

"Satu operasi di kepala, satu lagi patah, besok dua operasi juga, patah tulang di rahang. Satu lagi masih diobservasi, ada trauma. Tapi relatif stabil semua. bukan kritis yang di ICU, enggak," katanya.

Diketahui, dua bus Transjakarta mengalami kecelakaan di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur pada Senin (25/10) pagi.

Akibat peristiwa itu, dua orang meninggal dunia, yakni sopir dan penumpang. Sedangkan puluhan orang lainnya mengalami luka mulai dari ringan hingga berat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan seluruh biaya perawatan korban kecelakaan bus Transjakarta akan ditanggung hingga sembuh.

"Saya ingin memastikan pada semua agar mereka tetap tenang. Seluruh biaya untuk perawatan, sampai pulih nanti akan diselesaikan oleh Transjakarta. Jadi jangan pernah ada kekhawatiran soal biaya," kata Anies dalam keterangan tertulis saat menjenguk korban kecelakaan di RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur, Senin malam.

Sementara itu, polisi masih mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan kelalaian sopir Transjakarta dalam insiden kecelakaan tersebut. Belum ada tersangka yang ditetapkan.

"Masih kumpulkan bukti yang cukup, jadi masih dini untuk menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah kelalaian dari sopir. Ada mungkin, tapi kita belum bisa simpulkan," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono saat dihubungi, Rabu (26/10).

(yog/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER