Ledakan Rumah Veronica Koman, Densus Belum Simpulkan Bom dari Teroris

CNN Indonesia
Senin, 08 Nov 2021 07:28 WIB
Densus 88 belum dapat menentukan material yang meledak di rumah orang tua Veronica Koman berkaitan dengan kelompok teroris. Aktivis kemanusiaan urusan HAM di Papua, Veronica Koman. (Screenshot via Facebook VeronicaKoman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengatakan bahwa material yang ditemukan dari ledakan di rumah Veronica Koman, aktivis urusan Papua yang terjadi pada Minggu (7/11) siang, tak menyerupai bom sebagaimana digunakan oleh teroris.

Diketahui, ledakan itu terjadi di rumah orang tua Veronica yang terletak di kawasan Jakarta Barat pada Minggu (7/11).

"Belum dapat disimpulkan bahwa benda-benda yang mengeluarkan suara ledakan itu adalah bom sebagaimana bahan-bahan bom yang biasa digunakan kelompok teror yang ada," kata Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Polri, Kombes Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Minggu (7/11) malam.

Menurut Aswin, pihak Densus turut melakukan pemantauan terhadap insiden tersebut. Namun demikian, kata dia, jaringan teror yang dimonitor oleh detasemen berlambang burung hantu itu belum menunjukkan keterkaitan dengan peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan bahwa penyelidikan terkait kasus tersebut masih dilakukan oleh pihak Densus 88 lewat satuan tugas wilayah (Satgaswil) DKI Jakarta dan penyidik Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat.

"Saksi dari pihak keluarga telah membuat laporan polisi dan perkara ini ditangani Polsek Tanjung Duren," jelas dia.

Aswin mengatakan bahwa pihaknya tetap akan berkoordinasi dan melakukan pemantauan terhadap proses penyelidikan insiden tersebut.

Diketahui, sebuah benda diduga bom meledak di rumah orang tua Veronica sekitar pukul 10.45 WIB. Ledakan diduga bom ini diduga sebagai teror dari orang tak dikenal.

Dari laporan yang diterima CNNIndonesia.com, ditemukan secarik kertas bertuliskan ancaman yang dilaminating di TKP. Kertas itu bertuliskan ancaman terhadap Veronica jika aparat berwajib tak bisa menangkapnya.

Di bawah pesan itu tertulis Laskar Militan Pembela Tanah Air.

Veronica Koman merupakan seorang aktivis yang banyak membantu advokasi masyarakat Papua yang mendukung kemerdekaan dari Indonesia. Ia mantan pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta yang banyak menangani isu-isu pelanggaran HAM dan kelompok minoritas.

Veronica saat ini merupakan seorang tersangka atas dugaan penghasutan terkait demonstrasi di Papua yang pecah dan berakhir ricuh pada September 2019.

(mjo/ain)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER