Haikal Hassan Bakal Diperiksa Polisi Hari Ini soal Mimpi Bertemu Nabi

CNN Indonesia
Jumat, 26 Nov 2021 08:45 WIB
Haikal dijadwalkan diperiksa pada pukul 14.00 WIB sebagai saksi oleh penyidik Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Ustaz Haikal Hassan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru bicara Persaudaraan Alumni atau PA 212 Haikal Hassan dijadwalkan diperiksa terkait laporan terhadap dirinya yang mengaku bertemu Nabi Muhammad SAW melalui mimpi, Jumat (26/11) hari ini.

Pemanggilan terhadap Haikal tertuang dalam surat panggilan nomor S.Pgl/4429/X/RES.2.5/2021/Ditreskrimsus.

Dalam surat itu, Haikal dijadwalkan diperiksa pada pukul 14.00 WIB sebagai saksi oleh penyidik Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.


"Jumat pemeriksaan," Kasubdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Rovan Richard Mahenu saat dikonfirmasi, beberapa waktu lalu.

Sebelummya, Haikal mempertanyakan langkah kepolisian yang hendak memanggilnya kembali untuk diperiksa.

"Lalu apakah ini salah? Menimbulkan keonaran?" kata Haikal kepada CNNIndonesia.com, Kamis (25/11).

Ia menyebut banyak kitab-kitab klasik di beberapa negara menjelaskan bila seorang ibu memiliki anak yang meninggal dunia, maka anak-anak mereka akan disambut oleh Rasulullah SAW.

"Dan itu demi Allah saya bersumpah saya alami dalam mimpi saya, saat anak saya meninggal," ujarnya.

Dari pengalaman ini, Haikal langsung menceritakannya di depan orang tua eks anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas dalam insiden penembakan KM 50 Tol Jakarta-Cikampek dalam prosesi pemakaman di Megamendung, Bogor.

Namun, atas pernyataan soal mimpi bertemu Rasulullah itu, Haikal lantas dilaporkan oleh seseorang bernama Husin Shahab.

Laporan terhadap Haikal ini teregister dengan nomor LP/7433/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 14 Desember 2020.

Dalam laporan tersebut, Haikal diduga melakukan penyebaran berita bohong dan penodaan agama yang menyebabkan keonaran dan rasa kebencian Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 156 huruf a KUHP dan atau Pasal 14-15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Diketahui, Haikal pernah diperiksa dalam kapasitasnya sebagai terlapor untuk dimintai klarifikasi pada 28 Desember 2020.

(dis/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER