Terlilit Utang, Warga Tangerang Diusir Preman Tanpa Jalur Pengadilan

CNN Indonesia
Rabu, 01 Dec 2021 05:24 WIB
Warga Cipondoh, Tangerang diusir paksa oleh puluhan preman tanpa sempat membawa harta bendanya dari rumah. Hanya baju yang melekat di tubuh. Ilustrasi penyegelan ( stevepb/Pixabay)
Tangerang, CNN Indonesia --

Warga kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, R beserta keluarga diusir dari rumahnya. Tidak ada satu pun barang yang sempat dibawa, hanya baju yang melekat di tubuh mereka.

Rumah mereka tepatnya beralamat di Jalan Ketapang Dongkal Nomor 23 RT 1 RW 3 Kelurahan Cipondoh Indah.

"Enggak ada satu pun barang yang di bawa, hanya baju yang nempel di badan," kata R kepada wartawan, Selasa (30/11).


Kini rumah R sudah digembok. Perabotan serta harta yang berada di dalam rumah sudah dikeluarkan oleh pihak yang mengusirnya, namun tak diketahui di mana.

"Waktu ditinggal kamar dikunci dan kunci sama kita, dan mereka bisa masuk ke kamar dan tentunya kan dirusak pintu itu karena dalam keadaan terkunci," ungkap R.

Berawal dari Utang

Pengusiran paksa itu bermula ketika R meminjam uang sebesar Rp200 Juta pada 2016 lalu ke PT Wannamas Multi Finance dengan masa angsuran hingga 2018. R telah membayar angsuran sekitar hingga Rp130 Juta.

Angsuran tersebut sempat macet. R sempat meminta relaksasi namun, tak direspons oleh pihak perusahaan yang diketahui telah dibekukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kuasa Hukum R, Darmon Sipahutar mengatakan bahwa piutang R itu dijual PT Wannamas Multi Finance kepada J Supriyanto. Belakangan diketahui, J Supriyanto merupakan pemilik balai lelang swasta Griya Lestari.

Otomatis rumah tersebut langsung dikuasai oleh J Supriyanto. Supriyanto kemudian melelang rumah R di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tangerang.

Lelang tersebut kemudian dimenangkan oleh seseorang bernama Rasmidi dengan nilai Rp725 Juta.

"Padahal harga rumah itu sekitar Rp3 M, padahal utang ibu ini hanya Rp200 juta dan di dalam risalah lelang yang kami dapat itu nilainya hanya Rp725 juta," kata Darmon.

Pengusiran oleh Preman

Rasmidi, selaku pemenang lelang, mengirim orang bernama Sopar Napitupulu. Sopar menyampaikan somasi pada 27 September dan 2 Oktober 2021 agar R beserta keluarga segara mengosongkan dan meninggalkan rumah.

Klik untuk selanjutnya..

Diusir Paksa oleh Preman

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER