Baru 10 Daerah Jabar Gelar Booster, DIY Habiskan Vaksin Kedaluwarsa
CNN Indonesia
Kamis, 13 Jan 2022 18:51 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi penyuntikan vaksinasi di DI Yogyakarta. (CNN Indonesia/ Tunggul)
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan kurang lebih 1.083.000 warganya sebagai penerima booster vaksin Covid-19.
"Itu data kita, KTP DIY saja," kata Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi DIY Sumadi di sela pelaksanaan kick off booster vaksin di Jogja Expo Center, Bantul, Kamis (13/1).
Adapun mereka yang masuk sebagai sasaran ini telah dinyatakan memenuhi syarat sebagai penerima booster vaksin. Antara lain, masuk kategori kelompok rentan, petugas pelayanan publik, serta tenaga pendidik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Sumadi menambahkan, sasaran booster vaksin adalah mereka yang telah menerima dosis lengkap rentang enam bulan.
"Yang sudah 6 bulan, sampai nanti (interval) 4 minggunya itu data kami 1.083.000 sekian, itu campur (kalangan). Tapi prioritas kita lansia dulu," papar Sumadi.
Menilik data Pemda DIY, tercatat total 2.879.699 jiwa sebagai penerima vaksin Covid-19. Untuk dosis pertama telah tersalurkan sebanyak 99,01 persen dan 89,95 persen untuk dosis kedua per 12 Januari 2022.
Khusus lansia, dari total sasaran 472.852 jiwa telah terpenuhi 82,20 persen untuk dosis pertama dan 72,14 persen untuk dosis kedua. Sedangkan petugas pelayanan publik, dari sebanyak 334.745 total sasaran, terhitung 196,80 persen telah menerima dosis 1 dan 186,31 persen mendapat dosis 2.
Habiskan stok
Sementara pelaksanaan kick off penyuntikan booster vaksin di JEC ini berlangsung mulai Kamis ini sampai tiga hari ke depan. Ditargetkan tersalurkan 1.500 dosis lebih per harinya.
"Ya target kita 3 hari ini lima ribu, walaupun kami alokasi (dosis) sehari 1.500," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie di JEC.
Jenis booster vaksin yang diberikan, menurut Pembajun, adalah Pfizer serta AstraZeneca yang jatuh memasuki kadaluwarsa akhir bulan Januari 2022 ini.
"AstraZeneca kita itu expired 21 Januari, itu kalau nggak dikebut kita nggak akan kekejar. Kita nggak mau ada vaksin yang kemudian expired di DIY," kata Pembajun.
Pembajun menerangkan ada sekitar 30 ribu dosis vaksin AstraZeneca yang kadaluwarsa pada 21 Januari nanti. Agar tak terbuang percuma, petugas pelayanan publik dan tenaga pengajar turut dimasukkan ke dalam skala prioritas pemberian booster vaksin ini.
"Karena ASN itu lebih mudah digerakkan (ketimbang kelompok rentan)," sebutnya.
Pelayanan reguler booster vaksin nantinya diberikan melalui puskesmas atau rumah sakit milik pemerintah maupun sentra khusus vaksinasi. Pemda DIY bersifat mendukung pelaksanaan vaksinasi oleh kabupaten/kota.
"Ketersediaan vaksin sampai akhir bulan aman. Tapi yang kita minta primernya Sinovac dulu, yang AstraZeneca bulan depan. Tapi Pfizer sama AstraZeneca kali ini setengah dosis per orang," pungkasnya.
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19dosis lanjutan atau boosteruntuk umum sudah dilakukan di Indonesia sejak Rabu (12/1). Namun, tak semua daerah diperbolehkan segera menggelar penyuntikan booster vaksin, karena harus memenuhi ketentuan minimal vaksinasi dosis 1 dan 2.
Di Jawa Barat baru ada setidaknya 10 daerah yang menggelar penyuntikan booster, sementara di DI Yogyakarta akan mengejar dulu untuk menghabiskan vaksin yang hampir kedaluwarsa.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mulai melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19 penguat atau booster untuk 10 daerah. Pemberian vaksinasi ketiga di Jabar ini telah dimulai sejak Rabu (12/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Divisi Vaksinasi Satgas Penanganan Covid-19 Jabar Dedi Supandi mengatakan, vaksin penguat yang saat ini tengah berjalan, terdiri dari beragam merek vaksin. Jika sebelumnya hanya Sinovac, saat ini ada Astrazeneca dan Pfizer.
"Untuk Sinovac kurang lebih di 1 juta lebih, Astrazeneca di 79 ribu lebih, dan Pfizer 79 ribu sekian. Itu semua belum terancam kadaluarsa, hanya itu yang akan dipergunakan untuk melakukan booster," kata Dedi di Bandung, Kamis (13/1).
Dedi menjelaskan, vaksinasi penguat akan diberikan kepada daerah dengan capaian 70 persen untuk dosis pertama dan 60 persen dosis kedua. Dengan demikian, baru 10 daerah di Jabar yang memenuhi syarat pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga.
"Ada 10 kabupaten/kota di Jabar yang dosis pertamanya di atas 70 persen dan dosis keduanya di atas 60 persen, yakni delapan kota dan dua kabupaten," ujarnya.
Adapun ke-10 daerah yang sudah bisa memberikan vaksin booster yakni Kota Cirebon, Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Sukabumi, dan Kota Cimahi.
Kemudian, Kota Banjar, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Sumedang.
Dedi menambahkan, vaksin penguat ini terlebih dulu diberikan kepada masyarakat rentan yakni mereka yang mempunyai aktivitas tinggi untuk bersentuhan atau bersinggungan dengan kondisi Covid-19,
"Jadi, rentan ini seperti pekerja kesehatan, TNI-Polri, dan guru tenaga pendidikan. Itu yang akan kita utamakan," katanya.
Lebih jauh Dedi mengungkapkan, vaksin penguat sebetulnya sudah dimulai sejak 27 Desember 2021 dengan menggunakan stok vaksin yang hampir kadaluarsa. Upaya itu pun telah mendapat izin dari pemerintah pusat.
"Kenapa dari 27 Desember 2021, karena kami mengajukan surat kaitan dengan vaksin yang akan terancam kadaluarsa. Itu ada 184 ribu vaksin akan berakhir di Januari 2022. Tapi itu sudah tuntas semua," tuturnya.
Kick off Booster Vaksinasi di Jogja Expo Center Bantul DIY
Ilustrasi penyuntikan vaksinasi di DI Yogyakarta. (CNN Indonesia/ Tunggul)
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan kurang lebih 1.083.000 warganya sebagai penerima booster vaksin Covid-19.
"Itu data kita, KTP DIY saja," kata Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi DIY Sumadi di sela pelaksanaan kick off booster vaksin di Jogja Expo Center, Bantul, Kamis (13/1).
Adapun mereka yang masuk sebagai sasaran ini telah dinyatakan memenuhi syarat sebagai penerima booster vaksin. Antara lain, masuk kategori kelompok rentan, petugas pelayanan publik, serta tenaga pendidik.
Selain itu, Sumadi menambahkan, sasaran booster vaksin adalah mereka yang telah menerima dosis lengkap rentang enam bulan.
"Yang sudah 6 bulan, sampai nanti (interval) 4 minggunya itu data kami 1.083.000 sekian, itu campur (kalangan). Tapi prioritas kita lansia dulu," papar Sumadi.
Menilik data Pemda DIY, tercatat total 2.879.699 jiwa sebagai penerima vaksin Covid-19. Untuk dosis pertama telah tersalurkan sebanyak 99,01 persen dan 89,95 persen untuk dosis kedua per 12 Januari 2022.
Khusus lansia, dari total sasaran 472.852 jiwa telah terpenuhi 82,20 persen untuk dosis pertama dan 72,14 persen untuk dosis kedua. Sedangkan petugas pelayanan publik, dari sebanyak 334.745 total sasaran, terhitung 196,80 persen telah menerima dosis 1 dan 186,31 persen mendapat dosis 2.
Habiskan stok
Sementara pelaksanaan kick off penyuntikan booster vaksin di JEC ini berlangsung mulai Kamis ini sampai tiga hari ke depan. Ditargetkan tersalurkan 1.500 dosis lebih per harinya.
"Ya target kita 3 hari ini lima ribu, walaupun kami alokasi (dosis) sehari 1.500," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie di JEC.
Jenis booster vaksin yang diberikan, menurut Pembajun, adalah Pfizer serta AstraZeneca yang jatuh memasuki kadaluwarsa akhir bulan Januari 2022 ini.
"AstraZeneca kita itu expired 21 Januari, itu kalau nggak dikebut kita nggak akan kekejar. Kita nggak mau ada vaksin yang kemudian expired di DIY," kata Pembajun.
Pembajun menerangkan ada sekitar 30 ribu dosis vaksin AstraZeneca yang kadaluwarsa pada 21 Januari nanti. Agar tak terbuang percuma, petugas pelayanan publik dan tenaga pengajar turut dimasukkan ke dalam skala prioritas pemberian booster vaksin ini.
"Karena ASN itu lebih mudah digerakkan (ketimbang kelompok rentan)," sebutnya.
Pelayanan reguler booster vaksin nantinya diberikan melalui puskesmas atau rumah sakit milik pemerintah maupun sentra khusus vaksinasi. Pemda DIY bersifat mendukung pelaksanaan vaksinasi oleh kabupaten/kota.
"Ketersediaan vaksin sampai akhir bulan aman. Tapi yang kita minta primernya Sinovac dulu, yang AstraZeneca bulan depan. Tapi Pfizer sama AstraZeneca kali ini setengah dosis per orang," pungkasnya.