Penendang Sesajen Gunung Semeru Minta Maaf

CNN Indonesia
Jumat, 14 Jan 2022 11:07 WIB
Penendang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru minta maaf kepada masyarakat. (CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Pria yang membuang dan menendang sesajen di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Hadfana Firdaus (34) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia. Hal itu disampaikan Hadfana usai ditangkap jajaran kepolisian.

"Kepada seluruh masyarakat Indonesia yang saya cintai. Kiranya apa yang kami lakukan dalam video itu, dapat menyinggung perasaan saudara, kami mohon maaf sedalam dalamnya. Terima kasih," kata Hadfana, di Mapolda Jatim, Jumat (14/12).


Hadfana sudah tiba di Mapolda Jatim sejak pagi tadi, setelah dibawa penyidik dari wilayah Bantul, Yogyakarta. Ia lalu menjalani pemeriksaan sementara.

Ia merupakan pria berusia 34 tahun yang lahir di Wonosobo, Jawa Tengah 1988 silam. Namun kini beralamat di Kelurahan Tirtanadi, Labuhan Haji, Lombok Timur, NTB.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan polisi sempat memburu keberadaan pelaku di sejumlah daerah. Salah satunya Lombok NTB, dan Bantul, Yogyakarta.

"Lokasi yang kami cari tidak hanya di NTB tapi juga lokasi-lokasi lain," ucapnya.

Peristiwa ini sebelumnya terungkap melalui video yang viral di media sosial. Dalam video itu terlihat seorang laki-laki melakukan aksi membuang sesajen di kawasan Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Ada dua video yang beredar dengan durasi 30 detik dan 20 detik.

Di dua video itu, pria dengan menggunakan pakaian abu-abu, rompi hitam, dan penutup kepala berwarna hitam membuang dan menumpahkan beberapa sesajen yang sebelumnya diletakkan di sebuah tempat.

"Ini yang membuat murka Allah. Jarang sekali disadari bahwa inilah yang justru mengundang murka Allah, hingga Allah menurunkan azabnya. Allahu Akbar," ucap pria tersebut.

(frd/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER