Advokat Klaim Ada Kesepakatan Bawa Penendang Sesajen Semeru ke Polda

CNN Indonesia
Sabtu, 15 Jan 2022 00:30 WIB
Pihak kuasa hukum tersangka penendang sesajen Semeru menyesalkan penangkapan kliennya lantaran mengklaim sudah ada kesepakatan dengan Ditintelkam Polda Jatim. Ilustrasi penangkapan. (Foto: Istockphoto/BrianAJackson)
Surabaya, CNN Indonesia --

Pihak kausa hukum Hadfana Firdaus alias HF (34) tersangka penendang sesajen di desa terdampak erupsi Gunung Semeru menyesalkan penangkapan kliennya lantaran sudah ada kesepakatan dengan pihak intelijen sebelumnya.

"Berkaitan dengan penangkapan saya rasa tidak etis. Seharusnya kan baik-baik lah. HF ini bukan orang yang berbuat jahat, seperti [tersangka] narkoba," kata advokat Moh Habib Al Qutbhi, di Mapolda Jatim, Jumat (14/1).

Sebelum penangkapan kliennya, ia mengklaim sudah berkomunikasi dengan Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Jatim dan bersepakat untuk membawa Hadfana ke Mapolda bersama-sama.


"Karena kami sudah koordinasi dengan Dirintelkam Polda, untuk membawa HF ke Polda Jatim, dan itu sudah disepakati," aku dia.

Namun tiba-tiba Hadfana ditangkap di sebuah Gang Dorowati, Pringgolayan, Banguntapan, Bantul, Kamis (13/1) malam. Kliennya itu pun ditangkap tanpa sepengatahuannya.

"Tapi jam 22.30 WIB itu, sudah terjadi penangkapan. Dihimpit dengan mobil dua, seperti itu. Kemudian dibawa ke polda," ucap dia.

"Kan kaget saya. Kami sudah bangun komunikasi untuk menyerahkan atau membawa HF untuk memberikan klarifikasi, tiba-tiba lain cerita," lanjutnya.

Ia mengatakan kliennya juga tak berniat melarikan diri. Hadfana, kata dia, hanya berdiam di rumah kerabatnya di dekat Masjid Raya AR-Rasul, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Dia enggak melarikan diri. Dia diam di satu tempat di rumah pamannya di Banguntapan, di Masjid Ar-Rasul," ucapnya.

Sebelumnya, Hadfana Firdaus, pelaku penyandang sesajen Semeru ditangkap Polda Jatim di Gang Dorowati, Pringgolayan, Banguntapan, Bantul, Kamis (13/1) malam.

Ia lalu digelandang ke Polda Jatim Jumat (14/1). Usai diperiksa selama beberapa jam, Hadfana pun resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka terancam jeratan pasal Pasal 156 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), tentang permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia.

(frd/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER