Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah penambahan kasus harian warga yang positif terinfeksi virus corona terus bertambah, dan pada hari ini resmi mencetak rekor tertinggi selama pandemi virus corona (Covid-19) menjangkiti Indonesia sejak 2 Maret 2020.
Di tengah kondisi lonjakan kasus itu, pemerintah memutuskan memangkas masa karantina kedatangan internasional dan membuka sejumlah akses pintu masuk baik melalui darat, laut, dan udara.
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekor Kasus Harian Covid Tembus 64 Ribu
Pemerintah mencatat jumlah penambahan kasus harian warga yang positif terinfeksi virus corona bertambah 64.718 kasus pada hari in, Selasa (15/2). Jumlah itu terhitung merupakan rekor tertinggi selama pandemi Covid-19 menjangkiti Indonesia.
Adapun data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini mencatatkan terdapat penambahan kasus sembuh sebanyak 25.386 kasus, dan 167 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.966.046 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.375.234 orang dinyatakan pulih, 445.190 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 145.622 orang lainnya meninggal dunia.
PPLN Diizinkan Karantina 3 Hari
Pemerintah mengumumkan masa karantina kedatangan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) khusus bagi warga yang sudah menerima dosis vaksin virus corona lanjutan atau booster dipangkas menjadi 3 x 24 jam.
Ketentuan itu diatur melalui Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 7 Tahun 2022 yang diteken oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto pada 16 Februari 2022.
"Karantina selama 3 x 24 jam bagi pelaku perjalanan luar negeri yang telah menerima vaksin dosis ketiga," demikian kata Satgas.
Bersiap lonjakan Luar Jawa-Bali
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprediksi akan terjadi lonjakan kasus virus corona harian di provinsi luar Jawa-Bali pada 3-4 pekan ke depan. Peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan itu terjadi akibat serangan varian Omicron.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Siti Nadia Tarmizi menambahkan, dalam beberapa pekan terakhir ini provinsi di Jawa-Bali sudah mulai mendekati puncak atau bahkan melewati puncak seperti DKI Jakarta.
"Untuk non Jawa-Bali akan ada potensi peningkatan 3-4 minggu ke depan. Oleh karena itu, kita tetap menjalankan protokol kesehatan, deteksi dini, dan segera vaksinasi," kata Nadia dalam konferensi pers, Rabu (16/2).
14 Persen Anak Sumbang Kasus Covid RI
Kemenkes mencatat 14 persen kasus virus corona di Indonesia disumbang oleh golongan usia anak-anak. Mayoritas dari kasus yang dilaporkan terjadi akibat penularan dari keluarga di rumah
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Siti Nadia Tarmizi menyebut, seringnya interaksi keluarga di dalam rumah yang tak menggunakan masker membuat penularan muda terjadi, serta gejala Covid-19 yang ditimbulkan banyak tidak disadari oleh para keluarga.
"Secara absolut terjadi peningkatan kasus pada anak, karena memang kasus kan jumlahnya meningkat, dan kita melihat mengapa anak banyak terpapar ini dikarenakan lebih karena penularan yang terjadi di dalam keluarga," kata Nadia dalam konferensi pers, Rabu (16/2).
Kabar Tiga Pasien Isoman Meninggal di Palembang
Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF
Kemenkes membantah sejumlah pemberitaan yang beredar terkait tiga kasus warga terpapar virus corona yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri (isoman). Kejadian itu diberitakan terjadi di Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Siti Nadia Tarmizi memastikan sejauh ini Kemenkes belum menerima laporan terkait kematian warga saat isoman. Dengan demikian, ia menyebut perlu ada klarifikasi dari pemberitaan yang bersumber pada pemerintah kota Palembang sebelumnya.
"Jadi kematian yang terjadi sebanyak 3 kasus itu bukan dari saat mereka melakukan isoman. Tetapi memang kematian yang terjadi saat melakukan perawatan di rumah sakit," kata Nadia dalam konferensi pers, Rabu (16/2).
Hasil Positif Covid Via Antigen Mulai Dapat Akses Telemedicine
Kemenkes merilis fitur baru pada layanan telemedicine bagi warga yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona dan menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Telemedicine merupakan layanan konsultasi dokter dan pengiriman paket obat dari pemerintah yang bersifat gratis.
Chief of Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji mengatakan, sesuai aturan terbaru, bagi warga yang positif Covid-19 dari hasil rapid antigen sudah diberikan hak akses layanan telemedicine.
"Selama ini hanya pasien yang dites menggunakan PCR baru bisa mendapatkan layanan telemedicine. Nah, mulai nanti sore kita juga akan mengcover pasien-pasien yang melakukan tes laboratorium antigen yang positif," kata Setiadji dalam konferensi pers, Rabu (16/2).
Kemenkes mengingatkan agar seluruh laboratorium yang menyediakan layanan tes PCR di Indonesia untuk segera melaporkan data hasil pemeriksaan warga ke dalam sistem New All Record (NAR) milik Kemenkes.
Lab yang Tidak Disiplin Input Data Covid Diancam Ditutup
Chief of Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji menambahkan pihaknya tak segan memberikan sanksi berupa penutupan akses laboratorium apabila masih ada pihak yang 'lemot'.
"Kita mengevaluasi bersama Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) untuk bisa menyampaikan teguran ataupun hingga sampai nanti taraf kepada laboratorium ditutup atau dicabut izinnya, jika ternyata tidak melakukan kecepatan terhadap hasil tersebut," kata Setiadji dalam konferensi pers, Rabu (16/2).
Setiaji mengungkapkan, banyaknya laboratorium yang masih tidak disiplin memasukkan laporan hasil pemeriksaan warga ke dalam sistem NAR mengakibatkan banyak warga yang mengeluh karena tidak dapat mengakses layanan telemedicine.
Capaian Dosis Vaksin RI
Capaian vaksinasi covid-19 di Indonesia per Rabu (16/2) Pukul 12.00 WIB tercatat, 188.833.480 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, 137.485.375 orang juga telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 90,67 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 66,01 persen.