Jakarta, CNN Indonesia -- Perkembangan kasus Covid-19 per Kamis (17) mencakup penyebaran tinggi di DKI dan Bali hingga kritik terhadap klaim Pemerintah soal DKI lewati puncak gelombang Corona.
Jumlah penambahan kasus harian warga yang positif terinfeksi virus corona terus bertambah akibat transmisi varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau Omicron. Bahkan Secara kumulatif, kasus Covid-19 di Indonesia tembus 5 juta orang.
Di tengah kondisi lonjakan kasus itu, kasus kematian ikut mengalami peningkatan. Padahal berdasarkan studi, varian Omicron tidak menimbulkan perburukan gejala pada pasien Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
Covid-19 Tembus 5 Juta Kasus
Pemerintah mencatat jumlah penambahan kasus harian warga yang positif terinfeksi virus corona bertambah 63.956 kasus pada hari in, Kamis (17/2).
Adapun data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini mencatatkan terdapat penambahan kasus sembuh sebanyak 39.072 kasus, dan 206 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 5.030.002 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.414.306 orang dinyatakan pulih, 469.868 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 145.828 orang lainnya meninggal dunia.
Penularan Tinggi Level Komunitas
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti tiga provinsi di Indonesia yang mengalami peningkatan transmisi komunitas (TK) virus corona hingga level 4 atau level penularan sangat tinggi. Tiga provinsi yang dimaksud yakni DKI Jakarta, Bali, dan Banten.
WHO kemudian merinci temuan insiden kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk dalam sepekan di tiga provinsi tersebut. Rinciannya, DKI Jakarta 641,2 kasus; Bali 204,3 kasus, dan Banten 188,3 kasus. Sementara transmisi komunitas per 100 ribu penduduk dalam sepekan di 31 provinsi lainnya di bawah 100 kasus atau TK3-TK1.
"Tiga provinsi berada pada tingkat transmisi komunitas (TK4) yang sangat tinggi selama sepekan pada 7-13 Februari 2022," tulis laporan WHO yang baru dirilis pada Kamis (17/2).
119 Daerah Zona Oranye
Zona oranye atau wilayah dengan tingkat penularan virus corona sedang terus mengalami peningkatan di Indonesia. Berdasarkan laporan data terbaru, jumlah zona oranye mencapai 119 kabupaten/kota, naik 29 persen dibandingkan data sepekan lalu yang mencatatkan zona oranye sebanyak 34 daerah.
Hal itu diketahui berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 per 13 Februari yang baru dirilis akhir-akhir ini. Puluhan kabupaten/kota zona oranye tersebut mayoritas berasal dari Pulau Jawa. Seluruh Kabupaten dan Kota di DKI Jakarta masuk kategori ini.
Meski begitu, Satgas juga mencatat sejumlah wilayah di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Papua, Papua Barat juga masuk dalam kategori zona orange Covid-19 selama sepekan terakhir.
Kendati demikian, Satgas masih mencatat Indonesia terbebas dari zona merah. Zona merah merupakan wilayah dengan tingkat penularan virus corona yang masih tinggi alias rawan.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Pakar Kritik Klaim Pemerintah soal Lewati Puncak Gelombang
Antrean vaksinasi booster, di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (17/1). Sekitar 2,5 juta warga diminta vaksinasi ulang karena telat dosis kedua. (Foto: CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mewanti-wanti pemerintah yang baru-baru ini mengklaim sejumlah provinsi mulai menuju atau bahkan sudah melewati puncak dari lonjakan kasus virus corona yang merupakan dampak dari Omicron di Indonesia.
Nyatanya, jumlah penambahan kasus Covid-19 terus meningkat. Penambahan kasus yang terjadi pada Rabu (16/2) kemarin bahkan sudah tembus 64.718 kasus, dan terhitung merupakan rekor tertinggi selama pandemi Covid-19 menjangkiti Indonesia sejak 2 Maret 2020 lalu.
"Betul rumah sakit tidak kewalahan. Tapi jangan buru-buru nyatakan kita sudah di puncak gelombang dan menuju turun. Nanti publik bisa mispersepsi," kata Zubairi melalui cuitan di akun twitter pribadinya @ProfesorZubairi, Kamis (17/2). CNNIndonesia.com telah diberi izin mengutip unggahan tersebut.
Kantor Pemkot Makassar Klaster Covid-19
IDI Makassar menilai perkantoran pemerintah di ibu kota Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi klaster penularan Covid-19. IDI menyoroti merebaknya kasus varian Omicron di sejumlah perkantoran milik pemerintah di Kota Makassar.
Humas IDI Makassar, Wahyudi Muchsin menyebutkan bahwa Wali Kota bersama wakilnya ditambah 32 staf positif Covid di Dinas Kesehatan Makassar membuktikan penerapan prokes yang sangat lemah di perkantoran pemerintah.
"Kami menilai saat ini kantor pemerintah menjadi salah satu klaster penyebaran paling besar untuk varian Omicron di Makassar," kata Wahyudi, Kamis (17/2).
Warga Jabar Terbanyak 'DO' Vaksinasi
Jawa Barat (Jabar) tercatat sebagai provinsi dengan jumlah warga 'drop out' dalam program vaksinasi virus corona (Covid-19) nasional terbanyak. Warga 'drop out' adalah mereka yang tidak mematuhi ketentuan interval pemberian vaksin dosis satu dan dua, atau warga yang tidak segera mengakses vaksinasi dosis kedua lebih dari 6 bulan.
Berdasarkan data yang diterima CNNIndonesia.com, Jabar mencatat sebanyak 360.894 warga yang 'drop out'. Disusul Jawa Timur 343.946 orang, Jawa Tengah 272.020 orang, DKI Jakarta 261.296 orang, dan Sulawesi Selatan sebanyak 103.287 orang. Sementara 29 provinsi lainnya mencatatkan warga 'drop out' vaksinasi di bawah 100 ribu kasus.
Secara keseluruhan, Kemenkes mencatat 2.443.767 warga di Indonesia dinyatakan 'drop out' dan wajib melakukan vaksinasi ulang dan diberikan lampu hijau untuk menggunakan vaksin merek berbeda dari pemberian vaksin primer dosis satu.
Capaian Vaksinasi
Capaian vaksinasi covid-19 di Indonesia per Kamis (17/2) Pukul 12.00 WIB tercatat, 189.067.416 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, 138.280.959 orang juga telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 90,78 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 66,40 persen.