Munarman Ungkit Pernah Gugat Perppu Ormas: Apa Itu Otak Teroris?

CNN Indonesia
Senin, 07 Mar 2022 17:41 WIB
Terdakwa tindak pidana terorisme Munarman membeberkan pelbagai kontribusinya dalam memecahkan persoalan bangsa, termasuk menggugat Perppu Ormas. Terdakwa tindak pidana terorisme sekaligus mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Terdakwa tindak pidana terorisme sekaligus mantan Sekretaris Umum FPI, Munarman membeberkan pelbagai kontribusinya ketika memecahkan pelbagai persoalan bangsa, termasuk menggugat Perppu Ormas.

Hal itu ia sampaikan saat sidang lanjutan pemeriksaan ahli kasus dugaan terorisme yang didakwakan kepada dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (7/3). Wakil Ketua Umum MUI Muhyiddin Junaidi hadir sebagai saksi Ahli.

Awalnya Munarman membeberkan peranannya ketika DPP FPI mengeluarkan edaran kepada FPI di daerah untuk mendesak penerapan aturan antimiras pada 2013.

Edaran itu meminta agar kepala daerah dan DPRD setempat memberlakukan Perda Antimiras. Bila daerah sudah menerapkan aturan itu, maka FPI mendorong agar Satpol PP melakukan tindakan hukum bagi pihak yang melanggar.

"Tindakan hukumnya dengan cara mendesak Satpol PP, bukan mendesak orang FPI untuk sweeping kepada perubahan Perda. Ini agar anak-anak di daerah tak lakukan sweeping," kata Munarman.

Tak hanya itu, Munarman juga bercerita ketika menjadi kuasa hukum FPI untuk melakukan judicial review Keppres no 3 Tahun 1997 tentang peraturan peredaran minuman beralkohol.

"Dan aturan ini dibatalkan," tambah dia.

Selain di FPI, Munarman juga menyinggung kontribusi dirinya ketika menggugat Perppu tentang Ormas ke MK pada 2018. Ia juga sempat melakukan judicial review ke MK soal Undang-undang Nomor 2 Tahun 2020 terkait pendanaan Covid-19 pada 2020. Aturan itu digugat karena dinilai cacat formil dan materil.

Ia lantas menanyakan pelbagai kiprahnya itu kepada Muhyiddin yang dihadirkan sebagai saksi ahli, apakah tergolong tindakan terorisme atau tidak.

"Dengan riwayat itu, apakah itu tindakan orang atau organisasi yang otaknya teroris? Atau konstitusional?" tanya Munarman kepada Muhyiddin.

Muhyiddin lantas merespons bahwa pelbagai kiprah Munarman itu sebagai tindakan konstitusional.

"Pertanyaan tak perlu jawaban sebetulnya. Jelas tak menggunakan dengkul otot, tapi menggunakan otak. Itu cara bagus dan cara konstitusional," kata Muhyiddin.

(rzr/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER