KPK Panggil Boyamin Saiman Terkait Kasus Bupati Banjarnegara Besok

CNN Indonesia
Senin, 16 Mei 2022 11:04 WIB
KPK bakal memanggil Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman terkait kasus dugaan TPPU Bupati Banjarnegara pada Selasa (17/5). KPK bakal memanggil Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman terkait kasus dugaan TPPU Bupati Banjarnegara pada Selasa (17/5). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Bupati Banjarnegara nonaktif, Budhi Sarwono.

Pemanggilan Boyamin itu akan dilakukan di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa (17/5) esok.

"Benar, informasi yang kami terima, Selasa (17/5) bertempat di gedung Merah Putih, tim penyidik KPK menjadwalkan pemanggilan saudara Bonyamin Saiman sebagai saksi dalam perkara dugaan TPPU dengan tersangka BS," kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (16/5).


Ali mengatakan, Boyamin akan dipanggil dalam kapasitasnya sebagai Direktur PT Bumirejo. Ali pun meyakini Boyamin akan hadir memenuhi panggilan dan bersikap kooperatif.

"Serta saat di hadapan tim penyidik bersikap jujur dan terus terang serta tidak akan menutupi berbagai fakta yang diketahuinya," kata Ali.

Ali menjelaskan, tim penyidik KPK telah memiliki alat bukti atas kasus TPPU tersebut. Di antaranya keterangan berbagai pihak dan bukti lainnya.

"Berikutnya, seluruh keterangan saksi yang dituangkan dalam BAP, nantinya juga akan dikonfirmasi dengan berbagai alat bukti dan keterangan seluruh saksi lainnya di depan majelis hakim," kata Ali.

Sebelumnya, Boyamin mengakui sejak 2018 menjadi Direktur PT Bumi Redjo yang notabene merupakan perusahaan milik keluarga Budhi Sarwono. Ia mengatakan tugasnya sebatas mengurusi utang-utang perusahaan karena kredit macet di sejumlah bank.

Sementara untuk kasus TPPU, Boyamin mengklaim tidak tahu-menahu mengenai dugaan aliran dana pencucian uang yang diterima PT Bumi Redjo.

"Saya tidak tahu [aliran dana cuci uang], itu di PT Bumi Redjo aja. Dan selama menjadi kuasa hukum [Bumi Redjo], saya mendapatkan honor per bulan Rp5 juta," ujar Boyamin akhir April lalu.

KPK telah mengumumkan Budhi Sarwono sebagai tersangka kasus dugaan pencucian uang pada 15 Maret 2022 lalu. Dalam penanganan kasus ini, KPK telah menyita aset senilai Rp10 miliar.

(rzr/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER