Gaduh UAH soal Kapitan Pattimura Muslim hingga Penampakan Tanpa Kumis

CNN Indonesia
Kamis, 07 Jul 2022 07:20 WIB
Pernyataan UAH yang menyebut Kapitan Pattimura muslim dan bernama asli Ahmad Lussy memancing respons sejumlah kalangan, termasuk para akademisi. Pattimura Pahlawan Nasional dari Tanah Maluku. (Arsip Situs Kemensos via Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Misteri sosok hingga asal-usul pahlawan nasional Kapitan Pattimura menjadi perbincangan hangat publik. Perdebatan muncul ketika Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengungkap teori nama asli pahlawan nasional Kapitan Pattimura bukanlah Thomas Matulessy, melainkan Ahmad Lussy, tokoh perlawanan kolonialisme beragama Islam.

"Kami berusaha mencari, lihat, tanya pakar sejarah dikumpulkan. Allahuakbar. Ternyata nama aslinya kapiten Pattimura itu bukan Tomas tapi Ahmad Lussy," kata Ustaz Adi Hidayat dalam video viral berdurasi 1 menit 24 detik viral beberapa hari terakhir.

"Siapa Ahmad Lussy itu? beliau itu adalah seorang pejuang, beliau itu adalah seorang Kiyai, beliau itu adalah seorang pemimpin pesantren. Beliau arahkan anak-anak santrinya untuk berjuang menegakkan kebenaran di bumi pertiwi ini," kata Adi Hdayat dalam video itu.

Pernyataan UAH memancing respons sejumlah kalangan, termasuk para akademisi. Sejarawan dari UGM, Satrio Dwicahyo (Ody) menyebut teori mengenai Pattimura merupakan Ahmad Lussy butuh kajian kritis.

"Yang diperlukan adalah kritis terhadap sumber," kata Ody awal pekan lalu, dikutip dari Detik.

Ody menjelaskan narasi-narasi semacam itu mulai tumbuh subur selepas runtuhnya era Orde Baru. Gelombang narasi sejenis seperti Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman, Majapahit ternyata kerajaan Islam, Gajah Mada ternyata bernama Gaj Ahmada, hingga Napoleon Bonaparte adalah muslim.

Kendati demikian, Ody mengakui bahwa teori yang viral belakangan itu sebelumnya pernah dikemukakan Prof Ahmad Mansur Suryanegara dalam buku 'Api Sejarah'.

Ody menilai Ahmad Mansur Suryanegara tidak sendirian dalam tren mengedepankan peran satu kelompok dalam sejarah Indonesia, utamanya kelompok Islam. Narasi semacam itu memang populer.

"Ini populer di sekitar tumbangnya Orde Baru. Ini dianggap suatu kesempatan untuk revival (kebangkitan), dengan anggapan bahwa kelompok Islam disudutkan dalam historiografi nasional selama Orba," kata Ody.

Pattimura Tak Berkumis

Di tengah keriuhan mengenai asal-usul Pattimura, dari Kota Ambon, pemilik klaim pewaris Pattimura juga menyodorkan sebuah klaim mengenai wajah asli Pattimura yang tak berkumis.

Keluarga Matulessy dari Pulau Haruku Maluku mengklaim sebagai pewaris sesungguhnya keturunan Kapitan Pattimura. Mereka menunjukkan gambar wajah Kapitan Pattimura atau Thomas Matulessy.

Sosok Kapitan Pattimura terlihat tanpa kumis tebal. Tak tampak pula golok di sini. Padahal, di gambar biasanya, Kapitan Pattimura punya kumis tebal dan memegang golok di tangan kanan.

"Pada tahun 1951, tim sejarah melukis wajah Pattimura yang memegang parang dan salawaku itu, sedangkan gambar wajah yang disimpan di Hulalui (Pulau Haruku) mirip dengan wajah lukisan (dari) Ver Huell, kapten perang Belanda," kata Thomas Matulessy, pengaku keturunan Pattimura kepada Detik, Rabu (6/7).

Berbeda dari catatan sejarah nasional selama ini yang menyebut Pattimura lahir di Haria, Pulau Saparua, Thomas menyatakan Pattimura lahir di Hulaliu, Pulau Haruku. Quirijn Maurits Rudolph (QMR) Ver Huell adalah tentara Belanda semasa Pattimura. Dia menyatakan Ver Huell sempat memiliki gambar wajah Pattimura. Adapun lukisan Pattimura berkumis dia katakan dibuat setelah Indonesia merdeka.

klik selengkapnya di sini

(ain/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER