Nadiem Blak-blakan Soal 'Shadow Organization' di Kemendikbudristek

CNN Indonesia
Sabtu, 24 Sep 2022 20:00 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku menjalin kerja sama dengan GovTech Edu di bawah PT Telkom. Benaran shadow organization? Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku menjalin kerja sama dengan GovTech Edu yang berada di bawah PT Telkom Indonesia untuk membuat produk baru (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mendikbudristek Nadiem Makarim buka suara soal jumlah orang yang membantunya bekerja di tim yang dituding publik sebagai "shadow organization".

Dia mengatakan tim berjumlah 400 orang itu berasal dari GovTech Edu yang berada di bawah PT Telkom Indonesia dan menjalin kontrak dengan Kemendikbudristek.

"Tentunya organisasi itu yang ada di bawah PT Telkom itu (GovTech Edu) adalah vendor. Kontraknya adalah vendor. Jadinya saya harus klarifikasi ya jelas mereka itu adalah vendor secara kontraktual," kata Nadiem, Sabtu (24/9).

"Itu sebenarnya yang saya maksud kemarin itu karena mungkin translasi bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Jadi maksud saya adalah ada organisasi yang men-shadow. Men-shadow artinya cermin dari organisasi di Kemdikbud," dalihnya.

Mantan CEO GoJek ini mengatakan 400 orang dari GovTech Edu itu dibayar dengan anggaran Kemendikbudristek.

GovTech Edu sendiri, kata dia, merupakan mitra kerja yang bisa mendiskusikan banyak hal dengan pejabat-pejabat di Kemendikbudristek. Tim dari GovTech Edu pun bisa berkoordinasi dengan baik saat bekerja bersama direktorat-direktorat jenderal di Kemendikbudristek.

Dia yakin kementerian lain bisa menerapkan hal serupa, yakni vendor dari eksternal kementerian dalam rangka menghasilkan produk atau kebijakan baru.

"Ini adalah suatu hal yang menurut kami adalah harus dilakukan seluruh kementerian. Agar tiap kementerian punya kemampuan untuk membangun produk-produk gratis yang bisa mengakselerasi transformasi yang mereka lakukan. Dan mempunyai paradigma baru untuk mendengar stakeholder," kata Nadiem.

Sejauh ini, GovTech Edu turut berkontribusi dalam pembuatan produk teknologi seperti Merdeka Mengajar, ARKAS and SIPLah, Kampus Merdeka, Rapor Pendidikan dan Belajar.id.

Nadiem memastikan tim dari GovTech Edu itu hanya berhubungan dengan Kemendikbudristek terkait pembuatan produk teknologi.

"Sepenuhnya hanya yang berhubungan dengan produk teknologi. Dengan mereka ya bikin aplikasi-aplikasi misalnya SIPlah, Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, Arkas, banyak produknya," kata Nadiem.

Sebelumnya, Nadiem mengaku memiliki 400 orang yang membantunya mendesain sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Kemendikbudristek.

Nadiem menyampaikan itu dalam rangkaian agenda United Nations Transforming Education Summit di markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

"Kami sekarang memiliki 400 manajer produk, insinyur perangkat lunak, ilmuwan data yang bekerja sebagai tim yang melekat untuk kementerian," kata Nadiem dalam video yang diunggah di instagram @nadiemmakarim pada Rabu (21/9).

"Setiap product manager dan ketua tim posisinya hampir setara dengan direktur jenderal yang beberapanya hadir di sini. Mereka diposisikan sebagai rekan bertukar pikiran dalam mendesain produk kami," ucapnya.

Ucapan itu pun ditafsirkan publik sebagai shadow organization, terlebih setelah ada keluhan soal matinya birokrasi akibat tim ini di media sosial.

Baca berita selengkapnya di sini.

(bmw/arh)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER