Pemkab Pasuruan Selesaikan 30 Proyek Infrastruktur Jalan dari DBHCHT

Advertorial | CNN Indonesia
Selasa, 23 Des 2025 17:29 WIB
Pemkab Pasuruan Selesaikan 30 Proyek Infrastruktur Jalan dari DBHCHT
Foto: Arsip Pemkab Pasuruan
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menuntaskan 30 paket pekerjaan pemeliharaan dan rekonstruksi jalan yang dibiayai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2023. Total nilai kontrak dari puluhan proyek tersebut mencapai Rp39,1 miliar.

Rampungnya seluruh pekerjaan ditandai dengan pemecahan kendi serta peninjauan langsung ruas jalan Palang-Dayurejo di Kecamatan Sukorejo oleh Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan, Andriyanto, Rabu (21/2/2024).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu menjelaskan, 30 paket pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak total sebesar Rp39.115.700.959.

"Rinciannya 14 paket pekerjaan rekontruksi jalan senilai Rp 19.541.092.422 meliputi ruas jalan Rembang-Kalisat, Legundi-Kedanten, Jerukpurut-Sumbertetek, Bulusari-Karangrejo, Kepulungan-Sumbersuko, Suket-Klangkung dan 7 ruas jalan lainnya.

Selanjutnya 15 paket pekerjaan pemeliharaan jalan sebesar Rp18.209.081.421. Meliputi ruas jalan Kalisat-Kenduruhan, ruas jalan lingkar Pasar Bangil, Gondanglegi-Randupitu, Cangkringmalang-Gununggangsir, Ngerong-Wonokoyo, Pandaan-Bangil dan 9 ruas jalan lainnya," ujarnya.

"Berikutnya 1 paket pekerjaan rekontruksi jembatan Kebonwaris-Nogosari senilai Rp 1.365.527.116, serta pekerjaan perlengkapan jalan di 14 titik senilai Rp 3.721.075.000. Seperti ruas jalan Pasrepan-Ampelsari, Rembang-Kalisat, Ngopak-Kedawung, Mendalan-belik dan 9 ruas jalan lainnya.

"Alhamdulillah semuanya sudah selesai. Maka dari itu, hari ini diresmikan sekaligus kami melaporkannya di hadapan Bapak Pj Bupati Pasuruan," kata Diana.

Sementara itu, Pj Bupati Andriyanto menegaskan, dengan kondisi jalan yang baik, diharapkan dapat membawa dampak yang signifikan dalam berbagai aspek.

Salah satunya memperkuat infrastruktur industri. Utamanya industri rokok yang memungkinkan mobilitas barang dan jasa menjadi lebih lancar, serta mendorong pertumbuhan industri rokok di Kabupaten Pasuruan.

Lebih lanjut, Andriyanto menyebut jalan-jalan tersebut akan menjadi tulang punggung konektivitas antarwilayah, meningkatkan daya saing daerah, serta membuka peluang pengembangan sentra-sentra ekonomi baru. Pemerintah daerah pun berkomitmen menjadikan infrastruktur jalan sebagai keunggulan kompetitif untuk menarik investasi.

"Pemda dengan tegas menjadikan infrastruktur jalan sebagai sebuah keunggulan kompetitif dan modal penting untuk menarik investasi," ujarnya.

"Dengan memiliki infrastruktur yang handal dan terkoneksi dengan baik, kami yakin Kabupaten Pasuruan akan semakin menarik bagi para investor yang mencari peluang untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan masyarakat," pungkasnya.

(adv/adv)