Pemkab Pasuruan Gelar Bimtek dan Salurkan Alat Pengolahan Kompos

Advertorial | CNN Indonesia
Selasa, 23 Des 2025 17:31 WIB
Pemkab Pasuruan Gelar Bimtek dan Salurkan Alat Pengolahan Kompos
Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) menggelar bimbingan teknis (bimtek) sekaligus menyalurkan bantuan alat pengolahan kompos kepada peternak dan petani.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Sub Kegiatan Pengembangan Kapasitas Peternak dan Petani di tingkat kecamatan dan desa yang didanai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025.

Bimtek tersebut diikuti oleh peternak dan petani, salah satunya Kelompok Tani (Poktan) Rukun Makmur, Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam mengelola limbah ternak dan limbah pertanian menjadi pupuk kompos bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, mengatakan pemanfaatan DBHCHT diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat di sektor pertanian dan peternakan. Melalui bimtek ini, peserta dibekali pengetahuan mulai dari pemilihan bahan baku, proses fermentasi, hingga teknik penyimpanan dan penggunaan kompos.

"Dengan bimtek ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai teknik pemilihan bahan, proses fermentasi, hingga standar penyimpanan dan penggunaan kompos. Metode praktik langsung juga diberikan agar peternak lebih mudah memahami dan dapat segera menerapkannya di lahan masing-masing," kata Yudha dalam keterangannya.

Ia menambahkan, pengelolaan limbah organik menjadi kompos diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia, sekaligus meningkatkan kualitas tanah dan hasil pertanian.

Kegiatan ini bimtek dilaksanakan di tingkat kecamatan dan desa, dengan melibatkan peternak dan petani yang menerima bantuan alat. Terkait pemberian bantuan peralatan untuk mendukung kegiatan pengolahan kompos dinilai sangat penting.

"Bantuan yang diberikan Pemda berupa mesin pencacah kompos dapat mendukung aktivitas peternak. Tidak hanya itu, Pemda juga memberikan decomposer cair, tong penyimpanan, alat sablon plastic, sealer plastic, timbangan digital, sekop, cangkul dan terpal. Dengan peralatan inl, petani diharapkan lebih mudah dalam memproses limbah organik menjadi pupuk kompos yang berkualitas," tegasnya.

Upaya Pemkab Pasuruan tidak tanggung-tanggung dalam memberikan bimtek ini. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Perakitan Modernisasi Pertanian (BRMP) Grati turut diterjunkan dan memberikan paparan kepada peternak.

Sementara itu, Kepala Disnak Keswan Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiyah, menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memanfaatkan DBHCHT bagi peningkatan kapasitas masyarakat.

"Dengan pemberian Bimtek dan dukungan peralatan, agar peternak bisa mandiri dalam mengelola limbah peternakan. Sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan," ujar Alfiah.

Alfiyah berharap, dengan bimtek ini para peternak dan petani dapat melakukan pengolahan lebih baik, sehingga kapasitas petani dan peternak Kabupaten Pasuruan semakin sejahtera. Sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berdaya saing, ramah lingkungan dan meningkatkan mobilitas ekonomi yang baik

(adv/adv)