Manfaatkan DBHCHT, Pemkab Pasuruan Gelar Bimtek Silase untuk Peternak

Advertorial | CNN Indonesia
Selasa, 23 Des 2025 17:34 WIB
Manfaatkan DBHCHT, Pemkab Pasuruan Gelar Bimtek Silase untuk Peternak
Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan terus memperkuat sektor peternakan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pembuatan silase yang dilaksanakan di Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) ini memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko mengatakan, bimtek menyasar para peternak di tingkat desa dan kecamatan guna meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam pengelolaan pakan ternak.

"Pemberian Bimtek Silase sangat dibutuhkan peternak, diharapkan mereka mampu menerapkan teknologi pakan yang lebih efisien. Sehingga mendukung produktivitas ternak, sekaligus untuk kesejahteraan keluarganya," kata Yudha.

Silase sendiri merupakan pakan hijauan ternak, seperti rumput atau batang jagung, yang diawetkan melalui proses fermentasi dalam kondisi kedap udara atau anaerob. Metode ini mampu mempertahankan kandungan nutrisi sehingga pakan dapat disimpan dalam jangka waktu lama sebagai cadangan.

Asisten 2 Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad menyampaikan, bimtek ini melibatkan peternak lokal dan diharapkan mereka mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Khususnya dalam mengelola pakan hijau menjadi silase berkualitas, sehingga kebutuhan pakan ternak akan terpenuhi saat musim kemarau.

"Kelompok peternak perlu mendapatkan pembinaan, agar mampu menjaga kualitas ternaknya," ujarnya didampingi BRIN, BRMP Grati, dan OPD terkait.

Kepala Disnak Keswan Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiyah menjelaskan, bimtek ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memanfaatkan anggaran DBHCHT. Utamanya pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor peternakan.

Selain pemberian bimtek, Pemkab Pasuruan juga memberikan bantuan hibah peralatan untuk mendukung kegiatan pembuatan silase. Bantuan tersebut berupa mesin pencacah rumput (chopper), probiotik, tong silase, cangkul, sekop, serta terpal.

"Dimana dapat dimanfaatkan langsung oleh kelompok peternak dalam mengolah pakan ternak secara mandiri dan berkelanjutan," ungkap Aliyahz

Aliyah berharap, terselenggaranya bimtek pembuatan silase Ini, diharapkan kapasitas peternak di Kabupaten Pasuruan terus meningkat. Sejalan visi pembangunan daerah yang berdaya saing, berkelanjutan dan mensejahterakan masyarakat.

"Dengan bantuan yang diberikan kepada para peternak, mereka bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh. Dan memanfaatkan peralatan yang sudah diberikan, sehingga produksi ternak lebih optimal dan perangkat sektor peternakan di Kabupaten Pasuruan semakin kuat," ujarnya

(adv/adv)