Restorasi 218 Perwara Candi Prambanan Ditarget Kelar Sebelum 2029

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 04:15 WIB
Pemerintah RI targetkan restorasi 218 perwara candi di Prambanan dalam 3-5 tahun. Proyek ini melibatkan kolaborasi dengan India untuk pengembangan pariwisata. (CNN Indonesia/ Tunggul)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah RI menargetkan proyek restorasi sebanyak 218 candi perwara Kompleks Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, tuntas dalam tiga atau lima tahun ke depan.

Candi perwara adalah bangunan pelengkap berukuran lebih kecil yang mengelilingi candi utama atau candi induk dalam sebuah kompleks percandian.

Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Indira Estiyanti Nurjadin mengatakan rencana awal proyek tersebut ditargetkan rampung dalam 10 tahun. Namun, setelah pembahasan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi, pemerintah Indonesia menargetkan seluruh 218 candi perwara yang belum dipugar dapat diselesaikan sebelum 2029.

"Yang direncanakan di awal adalah project ini selesai dalam 10 tahun. Cuman tadi mungkin karena excited juga, Pak Presiden juga sudah mengumumkan dan mungkin berbicara bersama-sama dengan PM Modi bahwa akan dicoba diselesaikan semua perwara yang belum terbangun sebelum 2029," ujar perempuan yang karib disapa Esti itu di Kompleks Candi Prambanan, Rabu (8/7).

"Insyaallah bisa dilakukan, ya walaupun itu memang akan kerjaan Roro Jonggrang ya. Tapi at least kita punya target dan kita semangat untuk menjadikan ini sebagai nantinya menjadi destinasi pariwisata tentunya," sambungnya.

Di tempat yang sama, Dirut PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Maya Watono menuturkan kunjungan Prabowo bersama Modi pada Rabu  hari ini menjadi momentum dimulainya proyek revitalisasi dan konservasi Kompleks Candi Prambanan.

"Ini adalah collaborative heritage partnership dengan India, di mana kita akan memugar candi-candi ini sehingga harapannya dalam 3 hingga 5 tahun ke depan ini bisa berdiri 200 lebih candi di tambahan di Prambanan. Sehingga bisa menjadi kompleks candi yang sangat luar biasa besar," kata Maya.

Menurut dia, kunjungan tersebut juga membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata Indonesia, khususnya di kawasan Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

"Ini kita memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadikan Prambanan sebagai spiritual also cultural heritage tourism," ujarnya.

Maya mengatakan InJourney melalui anak usahanya, InJourney Destination, berupaya mengembangkan destinasi wisata sekaligus menjalankan peran sebagai agen pembangunan nasional melalui sektor aviasi dan pariwisata.

Ia menambahkan, pengembangan destinasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sehingga memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat di sekitar kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, maupun Jawa Tengah.

"At the end of the day juga nation branding. Hari ini kita lihat berapa banyak berapa juta pasang mata yang melihat event hari ini oleh PM Modi dan Pak Presiden ya," ucap Maya.

Di tempat yang sama, Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Indira Estiyanti Nurjadin, mengatakan kerja sama konservasi tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen yang telah disampaikan Pemerintah India sejak awal tahun ini.

Menurut dia, bantuan dari Pemerintah India bukan hanya berupa dukungan pendanaan, tetapi juga kolaborasi dalam pelaksanaan konservasi.

Ia menjelaskan, India akan membantu pemugaran sekitar seperempat dari total candi perwara, yakni sekitar 54 candi yang berada di sisi timur laut kompleks Candi Prambanan.

"Jadi, baru seperempatnya saja yang dibantu. Dan oleh karena itu, tadi Pak Prabowo juga sudah menyatakan gitu, bahwa kita dengan adanya kerja sama konservasi ini, Indonesia akan juga turun bersama-sama gitu ya," lanjutnya.

Esti mengatakan, kerja sama tersebut mengedepankan konsep collaborative cultural heritage conservation yang mencakup pertukaran pengetahuan, digitalisasi, dokumentasi, hingga pemanfaatan teknologi pemindaian tiga dimensi dengan penginderaan laser, fotogrametri, dan kecerdasan buatan alias akal imitasi (AI).

"Dan juga kita menggunakan teknik anastilosis di dalam arkeologi, yaitu tidak akan ada perubahan dari bentuk-bentuk asli," imbuhnya.

Ia menambahkan, titik awal atau kick off proyek ini dimulai satu bulan setelah penandatanganan Letter of Intent (LoI).

Kementerian Kebudayaan melalui MCB bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) akan memimpin pelaksanaan konservasi, sementara pihak India akan mengirimkan tim dari Archaeological Survey of India (ASI).

Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, memastikan kegiatan operasional dan kunjungan wisata di Kompleks Candi Prambanan tetap berjalan selama proses pemugaran candi perwara berlangsung.

"Operasional (Candi Prambanan) tetap dijalankan seperti biasa ya, maksudnya apabila terjadi rekonstruksi untuk candi-candi perwara, kami tidak akan menutup candi secara total, tapi kan ada zonasi-zonasinya," katanya.

"Kita akan mengikuti apa yang menjadi arahan dari MCB, selaku penanggung jawab untuk zona satu gitu," kata Febrina.

Ia mengatakan, hingga saat ini lokasi pasti yang akan ditutup untuk proses pemugaran masih menunggu penyusunan gambar teknis pasca-penandatanganan nota kesepahaman kerja sama.

Meski proses pemugaran berlangsung, Febrina optimistis kunjungan wisatawan tidak akan terganggu. Menurut dia, pengelolaan kawasan akan menerapkan sistem zonasi seperti saat revitalisasi Candi Borobudur sehingga pekerjaan konservasi dan aktivitas wisata dapat berjalan berdampingan.

(kum/kid)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK