Mendagri Izinkan WFH di Daerah Terdampak Erupsi Anak Krakatau

CNN Indonesia
Minggu, 06 Sep 2026 20:15 WIB
Mendagri Tito Karnavian imbau wfh diterapkan untuk daerah terdampak erupsi anak Krakatau. (Dok. Kemendagri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pemerintah daerah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).

Namun, penerapan WFH harus disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan masyarakat. Tito mengatakan layanan esensial seperti kesehatan, pemadam kebakaran, dan kelistrikan harus tetap berjalan.

"Kalau pemerintah daerah, kabupaten/kota melihat bahwa aspek kesehatan dan keamanan di daerah itu bagi masyarakat, termasuk ASN, bisa terganggu, maka WFH bisa dilakukan sebagian, misalnya 50 persen," kata Tito dalam jumpa pers daring, Minggu (6/9).

Sementara itu, untuk sektor pemerintahan yang tidak banyak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat, penerapan WFH dapat dilakukan hingga 75 persen. Tito mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan sejumlah kepala daerah yang wilayahnya terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Daerah tersebut antara lain Banten, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.

Menurut Tito, pemerintah terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi yang dapat membahayakan kesehatan dan keamanan masyarakat.

"Kita melakukan komunikasi terus-menerus, dengan sekali lagi tujuannya untuk mengetahui seberapa berbahaya atau rawan terhadap kesehatan masyarakat atau keamanan masyarakat di berbagai sektor, termasuk administrasi pemerintahan," ujarnya.

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Jumat (4/9) malam hingga Minggu (6/9). Aktivitas tersebut menyebabkan sejumlah wilayah, terutama di Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta, terdampak sebaran abu vulkanik.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, serta hasil analisis RGB citra Himawari-9, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terbagi menjadi dua wilayah.

Sebaran pertama bergerak ke arah timur laut hingga selatan, mencakup sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan di sekitarnya.

Sementara itu, sebaran kedua bergerak ke arah barat daya hingga barat laut. Abu vulkanik mencakup sebagian wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

(thr/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK