PDIP Laporkan Hoaks Kader Ellen Taroreh Terkait Ojol Melva saat Demo
Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDIP Jakarta melaporkan hoaks yang mencatut salah satu kader Ellen Taroreh sebagai pengemudi ojek online (ojol) bernama Melva Pardede.
Laporan tersebut dilayangkan oleh BBHAR PDIP Jakarta dan diterima oleh Polda Metro Jaya dengan nomor laporan polisi LP/B/6616/IX/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, pada Senin (7/9).
Sekretaris BBHAR PDIP Jakarta, Budhi Sembiring menyebut setidaknya ada enam akun media sosial yang dilaporkan karena mencatut nama kliennya seolah-olah sebagai Melva.
"Ellen taroreh membuka akun instagram dan melihat ada berapa akun @tommybr_jipro, @wuzzerzone_reborn2, @gan_.d, @fatmawati. rauf, @dyth47626, @lita.gading yang menyebarkan fotonya dikaitkan dengan Melva Pardede (ojol) yang viral pada demo 27 agustus 2026 di gedung DPR," ujarnya kepada wartawan.
Lihat Juga : |
Ia menjelaskan kliennya memang pernah berfoto bersama kader PDIP lainnya seperti Adian Napitupulu hingga Denny Wahyudi alias Denny Cagur di Sekolah Partai PDIP beberapa waktu lalu.
Akan tetapi, ia menyebut foto kliennya yang memakai kupluk cokelat itu kemudian dinarasikan seolah-olah sebagai orang yang sama dengan ojol Melva.
Oleh sebab itu, Budhi menyebut Ellen yang saat ini menjabat sebagai Wakabid Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak, DPC Jakarta Selatan merasa difitnah lewat narasi tersebut.
"Ibu Ellen ini merasa difitnah, dicemarkan nama baiknya seperti itu. Jadi tujuannya supaya jelas bahwa Melva itu bukan kader atau orang PDIP. Bahwa foto yang disebarkan itu fotonya dia. Bukan Melva. Supaya secara fakta dan hukum secara jelas," ujarnya.
Ia memastikan sejak awal kliennya tidak pernah mengenal akun-akun medsos yang sempat mengaitkan dengan Melva sosok Ojol viral ketika Demo yang berlangsung di depan Gedung DPR/MPR pada 27 Agustus lalu.
Karenanya ia berharap laporan penyebaran hoaks itu dapat segera diproses oleh Polda Metro Jaya. Sebab ia menilai narasi itu sengaj dimunculkan untuk memecah belah publik.
"Ini harus jalan penegakan hukum ini, supaya ada keadilan bagi Bu Ellen, dan pertanggungjawaban hukum juga harus dijalankan. Jangan sampai peristiwa ini terjadi terus," ujarnya.
(tfq/fra)