Kembalinya Sang Petenis Balkan
Memulai sesuatu sejak dini kerap menghasilkan keberhasilan yang memaskan. Seperti yang dilakukan Marin Cilic.
Terjungkal Karena Dopping
Nama petenis asal Kroasia ini nyaris tenggelam tahun lalu. Kelahiran 28 September 1988 itu dinyatakan positif menggunakan doping saat mengikuti Wimbledon.
Ia pun dikenakan sanksi larangan tanding selama sembilan bulan. Meski hukuman dipotong menjadi empat, Cilic tetap merasa terpukul.
Ragam dukungan, pun cemoohan datang dari sesama petenis. Novak Djokovic mendukung, sementara Andy Murray menyatakan ketidakpercayaannya terkait alasan Cilic.
Titik Balik Sang Pejuang Balkan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat keterpurukannya inilah Cilic meminta Goran Ivanisevic sebagai pelatih. Dan sangatlah tidak mudah tugas yang diberikan pada Ivanisevic.
Cilic, yang saat itu berada di peringkat 11 sangat terpukul dilarang bermain selama empat bulan. Namun, perlahan Ivanisevic mampu membangkitkan semangat dan mengubah Cilic menjadi pemain bermental kuat di lapangan.
Menurut Ivanisevic, petenis dengan tinggi badan 198 cm itu adalah orang paling sopan yang pernah ditemuinya. Meski begitu, Cilic seharusnya bermain lebih agresif untuk bisa menang.
Kini, Cilic bersama Ivanisevic berpeluang mencatat sejarah di Amerika Serikat Terbuka 2014. Ya, Cilic merupakan petenis asal Kroasia pertama yang menembus babak final di ajang bergengsi ini.