Selancar

Diah Rahayu: Pionir Peselancar Bali

Gary Morley, CNN Indonesia | Senin, 22/09/2014 15:57 WIB
Diah Rahayu: Pionir Peselancar Bali Meski jadi surga peselancar, Bali hanya memiliki satu peselancar wanita profesional. (Thinkstock)
Denpasar, CNN Indonesia -- Walaupun berada di surga para peselancar, Diah Rahayu merupakan satu-satunya peselancar profesional wanita di Bali.

Berbeda dari gadis Indonesia pada umumnya, Rahayu merasa pantai adalah rumahnya.

"Saya rasa jiwa saya sudah di air. Lautan memanggil memanggil saya. Ketika saya pergi ke pantai, saya merasa inilah rumah saya," ujarnya kepada CNN.


Rahayu juga bercerita tentang ia sering ditanya temannya, mengenai bahaya berselancar di laut. Akan tetapi, menurut peselancar berusia 20 tahun ini, berselancar itu sangat menyenangkan.

"Perempuan Indonesia takut kulitnya menjadi hitam dan tidak mau berselancar. Akan tetapi saya beruntung, saya mencintai pantai," ujar Rahayu.

Lahir di Seminyak, sebuah kota pesisir di selatan Bali yang ramai didatangi turis dari Kuta. Rahayu telah hidup dekat dengan laut selama hidupnya.

"Banyak orang Australia datang dan berlaku buruk, serta membuat semuanya kotor," ujarnya kepada situs Surfing Life pada bulan lalu.

Akan tetapi Rahayu tetap bertekad tidak akan meninggalkan Bali, karena ia selalu dimanjakan dengan ombak besar sepanjang tahun, yang tidak dapat ia dapatkan di tempat lain.

Tidak Mendapat Restu

Meskipun ayahnya merupakan peselancar lokal, Rahayu tidak mendapatkan restu dari ayahnya ketika ia ingin berkarir sebagai peselancar.

Jadi saat ia masih berusia 12 tahun, Rahayu diam-diam belajar berselancar bersama pamannya.

Hanya butuh dua tahun bagi Rahayu untuk muncul sebagai talenta lokal berbakat dan mendapatkan kontrak iklan.

Tidak seperti ayahnya, yang melepaskan impiannya untuk berkeluarga, Rahayu berhasil menyelaraskan kedihupan sekolahnya dan juga kompetisi selancar.

"Saya merasa sangat beruntung. Tidak ada orang di Bali yang dapat berselancar. Saya tidak mau menjadi seperti gadis lainnya," ujar Rahayu.

"Saya merasa bangga karena saya dapat melakukan sesuatu yang berbeda. Selancar kini merupakan segalanya bagi saya," lanjut Rahayu.

Pencapaian Rahayu dimulai ketika ia berhasil memenangkan medali perunggu untuk Indonesia pada Asian Beach Games 2008 di Bali.

"Saya bertemu dengan presiden, saya berbincang banyak dengannya," kenang peselancar muda ini.

Rahayu menjadikan peselancar internasional seperti Stephanie Gilmore dan Sally Fizgibbons dari Australia, adan Carissa Moore dari Hawai, sebagai inspirasinya.

Akan tetapi Rahayu sadar, perjalanannya untuk menjadi setingkat dengan idolanya masih jauh.

"Saya tidak akan pergi ke Eropa untuk sekarang, tetapi nanti. Tahun depan saya juga mungkin akan pergi ke Australia," ujar Rahayu.

Meskipun nantinya peselancar Bali ini akan pergi meninggalkan pulau Dewata ini, ia telah menjadi inspirasi para gadis muda untuk berselancar.

"Rasanya sangat senang kini banyak perempuan berselancar di Indonesia. Saya hanya berusaha untuk menyemangati semua orang untuk masuk ke air dan menikmati hidup."


**

Artikel diterbitkan pertama kali di CNN Internasional pada 18 September 2014.