Semifinal LSI

Jakabaring, Wajah Baru Olahraga Indonesia

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 03/11/2014 12:56 WIB
Jakabaring, Wajah Baru Olahraga Indonesia Kawasan sepi dan rawan yang sempat masuk dalam kategori daerah tertinggal itu kini menjelma menjadi pusat olahraga bertaraf internasional. (Getty Images/Blend Images - Jon Feingersh Photography Inc)
Jakarta, CNN Indonesia -- Diputuskan sudah, semifinal delapan besar Liga Super Indonesia akan diselenggarakan di Stadion Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/11).  

Stadion yang pernah menjadi tempat penyelenggaraan Sea Games 2011 ini punya cerita panjang sebelum kini menjadi lokasi andalan kedua di Indonesia setelah Gelora Bung Karno. 

Ketika terpilih menjadi tuan rumah PON XIV 2004, Pemerintah Kota Palembang membutuhkan stadion sebagai tempat pelaksanaan acara olahraga nusantara tersebut.


Pemkot Palembang pun lantas memilih sebuah daerah tertinggal di kota itu bernama Jakabaring.

Jakabaring dahulu adalah daerah sepi dan ditakuti, sementara sebagian besar wilayahnya adalah rawa.  

Kesan sebagai wilayah sepi dan rawan kejahatan pun melekat pada Jakabaring.

Kawasan yang sempat dikenal dengan sisi negatifnya ini lantas mulai berbenah ketika Pemkot berencana mengubah kawasan yang sebelumnya terkenal dengan hal mistis ini menjadi komplek olahraga baru yang modern dan bertaraf Internasional.

Pembangunan stadion impian dengan kapasitas hingga 40 ribu kursi dimulai pada 2001. 

Tak hanya lapangan sepak bola, stadion yang juga dikenal dengan nama Gelora Sriwijaya ini juga memiliki  fasilitas lain seperti lintasan lari, serta fasilitas olahraga atletik lainnya.

Menyongsong Asian Games 2018

Niat Pemkot Palembang menjadikan Jakabaring sebagai Kota Olahraga dibuktikan dengan keberhasilan kawasan ini sebagai tuan rumah serangkaian gelaran olahraga.

PON 2004, Piala Asia AFC 2007, dan SEA Games 2011 tercatat pernah diselenggarakan di stadion ini.

Kemegahan stadion keenam terbesar di Indonesia setelah GBK (Jakarta), Palaran (Samarinda), Bung Tomo (Surabaya), Main Stadium Riau (Pekanbaru), dan Kanjuruhan (Malang) ini tidak berhenti begitu saja.

Menyongsong pelaksanaan Asian Games XVIII pada 2018 Jakabaring masih terus membangun fasilitas-fasilitas baru.

“Menyongsong Asian Games 2018 dalam kawasan JSC akan juga dibangun stasiun monorel dan convention hall,” kata Alex Noerdin, Gubernur Sumatera Selatan. 

Rencana pembangunan fasilitas baru di atas lahan seluas 30,8 hektar tersebut dilaporkan akan memakan biaya sekitar Rp1,2 triliun.

Di tempat yang pernah menjadi lokasi pelaksanaan Sea Games XXVI dan Islamic Solidarity Games (ISG) III ini juga akan berdiri kantor KONI Sumsel yang akan menjadi pusat kepanitiaan Asian Games.

Pemkot Palembang juga masih memiliki rencana pengembangan wilayah Jakabaring menjadi Sport City unggulan dengan menambahkan gedung sport science, wisma atlet, kompleks Lapangan Tenis Bukit Asam, lapangan khusus atlet, aquatic centre, lapangan voli pantai, arena billiard dan bowling, dan juga lintasan balap sepeda.

Rencananya, Stadion Sriwijaya juga akan dikembangkan menjadi 100 ribu kursi,  selain penambahan fasilitas untuk 35 cabang olahraga.

Kini, kawasan Jakabaring Sport City menjadi wilayah kedua di Palembang yang paling sering dikunjungi setelah Jembatan Ampera oleh tidak hanya warga Palembang, tapi juga wisatawan domestik dan internasional.