Piala AFF 2014

Banur: Akar Masalah Bukan pada Pelatih Timnas

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Jumat, 28/11/2014 05:56 WIB
Banur: Akar Masalah Bukan pada Pelatih Timnas Pesepak bola timnas Indonesia Achmad Jufriyanto (kanan) dan Muhammad Roby tertunduk setelah dikalahkan 0-4 oleh Filipina dalam pertandingan penyisihan Piala AFF 2014 Grup A di Stadion My Dinh, Hanoi, Selasa (25/11). (Antara/Prasetyo Utomo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl memutuskan untuk mengambil tanggung jawab atas buruknya performa skuat Garuda di Piala AFF 2014. Pelatih asal Austria itu pun menyatakan akan berhenti dari timnas dan kembali ke negaranya menikmati masa pensiun.

Namun, mantan pemain timnas era 1980an, Bambang Nurdiansyah, melihat buruknya performa timnas tak lepas dari kebijakan induk organisasi bola tanah air, PSSI.

"Saya bisa mengerti kenapa kalah. Siapa pun pelatihnya pasti kesulitan," kata pria yang akrab disapa Banur itu kepada CNN Indonesia, Kamis (27/11).


Menurut Banur, skuat timnas Indonesia tidak dalam kondisi fit karena baru menyelesaikan puncak dari kompetisi Liga Super Indonesia (LSI). Para pemain yang dipanggil ke seleksi timnas pun baru komplet berkumpul sekitar sepuluh hari sebelum penyisihan grup Piala AFF dimulai.

Lihat juga: Riedl Isyaratkan Pensiun dari Sepak Bola

"Bagaimana mereka mau bugar, mau punya fisik yang bagus," ujar Banur dalam perbincangan lewat telepon tersebut.

Ia pun mendesak PSSI agar mengakui kesalahannya dalam mengelola manajemen timnas dan jadwal liga. Selain itu, pria yang kini berprofesi sebagai pelatih sepak bola itu juga mempertanyakan target juara yang diusung dengan kondisi skuat timnas.

"Kenapa Riedl mau menerima (tantangan timnas) itu!?" katanya.

Banur tidak mau mengomentari lebih lanjut mengenai performa Riedl sebagai pelatih timnas atau performa Riedl saat memegang timnas Indonesia dalam Piala AFF 2010.

Persib Bandung dan Persipura berduel ketat untuk memenangkan Final Liga Super Indonesia di Palembang, 7 November 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Saya tidak mau mengomentari pelatih lain. Lebih baik kita komentari akar permasalahannya. Ini selalu berulang-ulang," kata Banur.

Ia mendesak PSSI mau melakukan evaluasi, mau dikritik, dan mau mencari jawaban dari persoalan yang selalu terjadi kembali itu.

Banur berharap jadwal timnas tidak menganggu klub dan kompetisi, termasuk sebaliknya. Akibatnya pesepak bola timnas bisa bermain maksimal dan klub tak dirugikan.

Liga Super Indonesia

Riedl membawa 23 pemain dalam skuat yang bertarung di penyisihan grup A Piala AFF 2014 di Hanoi, Vietnam.

Dari 23 pemain itu ada 18 pesepak bola yang bermain di babak 8 besar Liga Super Indonesia (4-30 Oktober 2013).

Kemudian dari 18 pemain itu, 11 di antaranya berlaga di semifinal LSI pada 4 November 2014. Selanjutnya ada delapan pesepak bola yang berlaga di babak final LSI pada 7 November 2014.

Pada dua laga yang telah dilalui Indonesia di fase penyisihan grup melawan Vietnam, Riedl memasukkan tiga pemain yang berlaga di final LSI sejak menit awal.

Secara keseluruhan ada empat pesepak bola yang berlaga di final LSI dalam pertandingan melawan Vietnam itu.

Selanjutnya pada laga melawan Filipina, Riedl memasukkan lima orang yang bermain di Final LSI sebagai pemain inti. Secara keseluruhan ada enam orang pemain di final yang turun melawan Filipina.

Lihat hasilnya: Indonesia Telan Kekalahan Terburuk di Piala AFF