"Semoga Tim Sembilan bisa memberikan pencerahan dan kebenaran tentang mengapa tim kami dihukum sedemikian berat," ujar Mario saat dihubungi CNN Indonesia melalui sambungan telepon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini saatnya Menpora baru membuat gebrakan," kata Mario.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Jakmania, Richard Achmad Supriyanto, berkata bahwa Tim Sembilan seharusnya sudah mampu memberikan hasil penyelidikan dalam waktu satu bulan, terutama terkait dengan kasus sepak bola gajah antara PSS Sleman melawan PSIS Semarang.
Hal ini diungkapkan Richard ketika dihubungi CNN Indonesia melalui sambungan telepon.
"Jangan menunggu terlalu lama jika ingin melakukan sesuatu," ujar Richard. "Jangan ragu-ragu untuk melakukan pembenahan."
Meski menyambut baik Tim Sembilan yang terdiri dari berbagai latar profesi -- di antaranya adalah dengan keberadaan KPK-- Richard sendiri menyayangkan bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga baru mengumumkan tim pada Jumat (2/12) ini, atau dua hari menjelang Kongres PSSI pada 4 Januari di Hotel Borobudur.
Padahal, menurutnya, kabar tentang Tim Sembilan sudah berkembang selama tiga minggu terakhir.
"Kalau baru dibentuk hari ini, hanya ada dua hari untuk anggota tim berkoordinasi menjelang Kongres PSSI. Padahal anggota tim satu sama lain belum pernah bertemu," ujar Richard.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa pekan lalu ia pernah meminta agar Menpora merilis nama-nama anggota Tim Sembilan. Selain itu, menurutnya Tim Sembilan pun seharusnya diberi nama Tim Pemberantas Mafia Sepak Bola. (vws)